Langkah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menginstruksikan pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan listrik mendapat respons positif dari pelaku industri. Wuling Motors, sebagai salah satu produsen kendaraan listrik di Indonesia, menilai kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 900.1.13.1/3764/SJ, merupakan langkah strategis yang tepat sasaran. Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors mengatakan, kebijakan ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mempercepat transisi energi di sektor transportasi. Dari total 1.077 sesi di GIIAS 2025, BinguoEV menjadi model yang paling banyak dicoba (63 persen), diikuti Cloud EV (17 persen), Air ev (15 persen), Alvez (3 persen), dan Almaz (2 persen). "Kami menyambut positif surat edaran tersebut karena selaras dengan Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dan keadaan ekonomi global yang menyebabkan ketidakstabilan harga energi," ujar Ricky kepada Kompas.com, Sabtu (25/4/2026). Meski instruksi pusat sudah jelas, Wuling kini tengah memantau bagaimana setiap pemerintah daerah menurunkan aturan tersebut dalam bentuk Keputusan Gubernur. "Kami juga akan menunggu perkembangan dari masing-masing daerah untuk dapat menyesuaikan langkah secara bertahap," kata Ricky. Wuling Darion EV Untuk diketahui, dalam SE Mendagri tersebut, para Gubernur diminta segera mengambil langkah pemberian insentif fiskal ini dan melaporkannya paling lambat pada 31 Mei 2026. Wuling sendiri saat ini memiliki lini kendaraan listrik yang cukup lengkap untuk pasar Indonesia. Tercatat ada beberapa model yang sudah dipasarkan, mulai dari Air ev, Binguo EV, Cloud EV, Darion EV, hingga model yang paling baru diluncurkan, yakni Eksion EV. Langkah pembebasan pajak ini diharapkan dapat semakin menstimulus minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi harga minyak dunia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang