Saat musim mudik Lebaran, untuk mengurai kepadatan di jalan tol, kepolisian kerap menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, salah satunya contraflow. Rekayasa lalu lintas ini biasanya diterapkan di jalan tol yang memiliki beberapa lajur, terutama ketika arus kendaraan menuju satu arah jauh lebih banyak dibandingkan arah sebaliknya. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, mengingatkan pengemudi agar tidak sembarangan masuk ke jalur contraflow jika belum siap. Atas diskresi Kepolisian, Jasa Marga memberlakukan skema lalu lintas lawan arus atau contraflow dari Km 44+400 hingga Km 46+400 di ruas Tol Jagorawi arah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/5/2025) pagi “Perlu diingat, ketika kita memasuki jalur contraflow jangan sampai terjebak di dalamnya. Artinya begini, kalau Anda tidak siap, sebaiknya jangan masuk ke contraflow," kata Jusri kepada Kompas.com, Jumat (5/3/2026). "Kalau memang tidak siap, jangan berada di lajur kanan. Ambil lajur dua atau lajur satu, jika jalan tersebut memiliki tiga lajur. Sebab saat mendekati titik pemecahan arus, kendaraan yang berada di lajur tiga biasanya akan diarahkan masuk ke jalur contraflow," ujarnya. Hal itu dimaksudkan kata Jusri, kadang ada pengemudi yang tidak igin masuk contfraflow tapi karena berada di sisi kanan sehingga mau-tidak mau masuk ke "jalur berlawanan arah". "Kadang-kadang kondisi itu bukan pilihan kita, tetapi karena posisi kendaraan sudah berada di lajur tersebut akhirnya ikut masuk ke contraflow," katanya. Atas diskresi kepolisian, Jasa Marga berlakukan contraflow mulai dari KM 44+400 s.d. KM 46+400 Ruas Tol Jagorawi arah Puncak Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/5/2025). "Karena itu, kalau sudah masuk ke sana kita harus benar-benar siap. Untuk kembali bergabung dengan arus normal, jaraknya bisa cukup panjang. Panjang jalur contraflow bahkan bisa lebih dari 10 kilometer," ujar Jusri. Jusri mengingatkan, meski tujuannya gar mengurai kemacetan bukan berarti jalur contraflow selamanya bebas macet. "Jika lalu lintas lancar mungkin tidak masalah, tetapi kalau terjadi kemacetan justru bisa cukup berbahaya. Pengemudi tidak punya tempat untuk berhenti," kata Jusri. Penerapan contraflow dari Km 55 - 47 ruas ajalan tol Japek arah Jakarta, Minggu (28/12/2025) sore. "Kalau ingin berhenti sejenak pun sulit, misalnya ingin ke toilet atau melakukan sesuatu, tidak ada ruang untuk berhenti. Jadi pengemudi harus benar-benar siap sebelum masuk, karena di jalur tersebut kendaraan tidak bisa berhenti begitu saja,” ujarnya. Karena itu pengemudi sebaiknya mencari informasi terkait lokasi dan jadwal penerapan contraflow di jalan tol agar dapat menentukan lajur yang tepat dan mempersiapkan diri sebelum memasuki jalur tersebut. Selain itu, pengemudi juga disarankan tetap menjaga kecepatan, jarak aman, serta fokus selama berkendara agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang