Arus balik mudik Lebaran tak selalu membuat nyaman penumpang. Terlebih lagi kondisi kabin kotor, suspensi kurang nyaman dan muatan penuh. Kabin yang pengap dan minimnya udara segar kerap membuat penumpang mengalami mabuk darat. Kondisi ini umumnya dipicu oleh gerakan kendaraan yang tidak stabil atau cara mengemudi kurang nyaman bagi penumpang. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan mabuk darat bisa dicegah saat perjalanan jauh, yakni dengan mempersiapkan kendaraan dengan optimal. “Sektor yang menunjang kenyamanan penumpang dapat meminimalisasi mabuk darat, seperti performa suspensi, kebersihan kabin, AC, rem dan mesin atau transmisi,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Dengan perawatan mobil optimal, diharapkan mobil dapat memberikan kenyamanan kepada penumpang sehingga mabuk darat bisa dihindarkan. Arus balik kendaraan pemudik di tol Cipali Malam ini mulai terasa ramai ( FOTO : KOMPAS com / Ahya Nurdin) Selain itu, kebiasaan pengemudi juga bisa berpengaruh terhadap kenyamanan penumpang. Ada manuver yang dapat memicu mabuk perjalanan seperti akselerasi dan pengereman mendadak. “Perubahan kecepatan yang terlalu cepat membuat tubuh penumpang harus menyesuaikan diri secara tiba-tiba. Akibatnya, keseimbangan tubuh terganggu dan muncul rasa pusing serta mual,” ucap Imun. Selain itu, gaya mengemudi yang terlalu agresif juga bisa menjadi penyebab penumpang cepat mabuk. Hal ini sering terjadi ketika mobil melaju di jalan berkelok dengan kecepatan tinggi. “Gerakan mobil yang terus berubah arah membuat tubuh penumpang sulit beradaptasi, ini sering memicu mual di perjalanan,” ucap Imun. Kondisi kabin mobil yang terlalu pengap juga dapat memperparah rasa tidak nyaman selama perjalanan. Udara yang tidak segar membuat penumpang lebih mudah merasa mual. “Sistem AC harus prima agar udara yang berembus terasa segar, bukan sekadar wangi, oleh karena itu, sirkulasi udara yang baik sangat penting selama perjalanan jauh,” ucap Imun. Pengemudi juga sering mengabaikan pentingnya berhenti untuk beristirahat. Perjalanan panjang tanpa jeda membuat tubuh penumpang semakin lelah. Ketika tubuh sudah lelah, rasa pusing dan mual akan lebih mudah muncul. “Pengemudi perlu memperhatikan kondisi penumpang selama perjalanan. Jika ada yang mulai merasa pusing atau mual, sebaiknya segera berhenti sejenak. Istirahat singkat dapat membantu memulihkan kondisi tubuh,” ucap Imun. Berhenti di rest area memberi kesempatan bagi penumpang untuk turun dari mobil dan menghirup udara segar. Aktivitas ringan seperti berjalan sebentar juga dapat membantu meredakan rasa mual. Dengan mengemudi secara halus, menjaga kenyamanan kabin, dan memberi waktu istirahat yang cukup, risiko mabuk perjalanan dapat diminimalkan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang