Kondisi lalu lintas di Indonesia jarang benar-benar lancar. Kemacetan, kecelakaan, hingga perilaku pengguna jalan yang tidak tertib kerap menjadi bagian dari perjalanan sehari-hari. Situasi ini sering diperparah oleh cuaca tak menentu, seperti hujan, yang membuat kondisi jalan semakin tidak terkendali. Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menjelaskan, perjalanan macet, lama, muncul karena perilaku, dari yang suka melanggar aturan, kecelakaan, dan sebagainya. Arus lalu lintas masih melaju dalam dua arah di Jalan Salemba Tengah sebelum uji coba one way atau satu arah diterapkan pada Selasa (6/1/2026). "Oleh karena itu, ketertiban merupakan satu faktot utama dalam mendapatkan kenyamanan," kata Jusri kepada Kompas.com belum lama ini. Ketertiban akan aturan, etika berlalu lintas akan menyebabkan kondisi jalan teratur. Jalanan yang ramai kalau isinya teratur, maka akan tetap lancar. "Lalu empati, secara keseluruhan ini adalah adab dan etika kita berlalu lintas," kata Jusri. Ketertiban yang dibarengi dengan empati akan menciptakan suasana lalu lintas yang lebih nyaman. Pengguna jalan dapat saling berbagi ruang, memahami situasi satu sama lain, serta tidak memaksakan kehendak atau berebut. Sikap inilah yang membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan, sekaligus menurunkan risiko konflik dan kecelakaan di jalan Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang