Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kini tak lagi dipandang sekadar tempat mengisi daya. Seiring meningkatnya pengguna kendaraan listrik, konsep SPKLU mulai bergeser menjadi ruang singgah yang menawarkan kenyamanan dan pengalaman berbeda bagi konsumen. Hal ini terlihat dalam kolaborasi antara pengelola SPKLU Zora dan jaringan kedai kopi Fore Coffee. Kehadiran fasilitas penunjang seperti area duduk dan gerai minuman dinilai menjadi nilai tambah bagi pengguna kendaraan listrik yang harus menunggu proses pengisian daya. Presiden Komisaris Mebi Indonesia, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengatakan bahwa pengembangan SPKLU ke depan perlu mempertimbangkan aspek gaya hidup (lifestyle), bukan hanya fungsi teknis. “Kalau kita bicara kendaraan listrik, ini kan juga bagian dari lifestyle. Jadi kami berharap ada kenyamanan yang diberikan, bukan hanya fasilitas untuk charging saja,” ujarnya saat peresmian SPKLU Zora di Tangerang, Sabtu (14/2/2026). Menurutnya, waktu pengisian daya yang bisa berlangsung puluhan menit membuka peluang bagi pengelola untuk menghadirkan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi pengguna. Kehadiran mitra seperti Fore menjadi bagian dari strategi menciptakan ruang tunggu yang nyaman dan produktif. SPKLU kini tak sekadar tempat isi daya. Konsep ruang singgah dengan fasilitas nyaman bikin waktu tunggu charging terasa lebih menyenangkan. Dari sisi pengguna, konsep ini dinilai lebih relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Alih-alih menunggu di dalam kendaraan, konsumen dapat memanfaatkan waktu untuk bekerja, bersantai, atau sekadar menikmati minuman. Selain aspek kenyamanan, pendekatan ini juga dinilai mendukung keberlanjutan bisnis SPKLU. Dengan menghadirkan mitra komersial di lokasi, pengelola dapat menciptakan sumber pendapatan tambahan sekaligus meningkatkan daya tarik lokasi pengisian daya. Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, sebelumnya menekankan bahwa pengembangan SPKLU memang tidak hanya soal infrastruktur listrik, tetapi juga bagaimana menciptakan ekosistem yang berkelanjutan. Konsep ruang singgah ini menjadi salah satu contoh bagaimana SPKLU dapat berkembang mengikuti perubahan perilaku konsumen. Dengan jumlah kendaraan listrik yang terus bertambah, titik pengisian daya berpotensi menjadi simpul aktivitas baru, bukan sekadar fasilitas teknis. Ke depan, model kolaborasi seperti ini diperkirakan akan semakin umum, terutama di kawasan perkotaan. SPKLU bukan lagi hanya tempat “mengisi daya”, tetapi menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan terintegrasi dengan gaya hidup pengguna kendaraan listrik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang