Tak sedikit pengemudi mengeluhkan mobil terasa berat saat melewati tanjakan, terutama ketika kendaraan membawa muatan penuh atau AC menyala. Kondisi ini membuat pedal gas harus diinjak lebih dalam dan transmisi sering turun gigi agar tenaga tetap terjaga. Menurut Jasin Stefanus, pemilik bengkel Provis Autolab, salah satu cara membuat mobil terasa lebih enteng di tanjakan ialah dengan memastikan proses pembakaran di dalam mesin berlangsung optimal secara mekanikal. “Kalau pembakaran baik, efek positifnya banyak. Torsi bawah meningkat, akselerasi lebih ringan, dan mobil tidak terasa dipaksa saat menanjak,” kata Jasin kepada Kompas.com, Rabu (6/5/2026). Ia menjelaskan, pembakaran yang optimal dapat membuat tenaga mesin lebih mudah keluar sejak putaran bawah. Dampaknya, pengemudi tidak perlu terlalu dalam menginjak pedal gas ketika menghadapi tanjakan. Menurut Jasin, kondisi tersebut juga membuat mobil lebih nyaman dikendarai karena respons mesin menjadi lebih halus dan minim getaran. TUSS disebut bisa bikin mesin lebih efisien, tapi bukan untuk irit BBM atau tambah kencang. Ini penjelasan lengkapnya. “Jadi mobil jadi tidak perlu turun gigi atau pindah persneling lagi saat tanjakan. Pedal gas juga tidak perlu diinjak terlalu dalam,” ujarnya. Jasin mengatakan, salah satu metode yang dilakukan bengkel untuk meningkatkan efisiensi pembakaran ialah melalui optimalisasi mekanikal pada bagian kepala silinder atau headworks. Ia menyebut, pada mobil produksi massal, pabrikan umumnya tidak melakukan pengerjaan detail pada bagian tersebut karena mempertimbangkan biaya produksi dan waktu pengerjaan. “Pabrikan mengejar efisiensi produksi. Jadi ada beberapa detail mekanikal yang tidak dilakukan secara khusus di mobil massal,” kata dia. Selain membantu performa di tanjakan, pembakaran yang lebih baik juga diklaim dapat membuat suhu mesin lebih stabil, emisi gas buang lebih baik, hingga membuat mesin terasa lebih ringan saat akselerasi. Namun, Jasin menegaskan bahwa optimalisasi pembakaran bukan semata-mata bertujuan mengejar kecepatan atau membuat mobil sekadar lebih irit bahan bakar. “Fokusnya meningkatkan efisiensi pembakaran secara mekanikal. Kalau pembakarannya baik, biasanya efek positif lain ikut terasa,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang