Mengemudikan kendaraan bermotor bukanlah aktivitas fisik biasa yang bisa disambi dengan pekerjaan lain. Di dalam dunia keselamatan berkendara, menyetir dikelompokkan sebagai aktivitas dengan risiko tinggi yang menuntut fokus mutlak 100 persen. Sayangnya, masih banyak pengemudi yang menyepelekan hal ini. Mulai dari bermain ponsel, membaca peta digital, hingga menonton video sering kali dilakukan sembari mobil melaju di jalan raya. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa gangguan konsentrasi atau distraksi saat mengemudi memiliki banyak ragam dan polanya. Mengemudi sambil menelepon. Akronim Pengingat Bahaya Untuk memudahkan mengingat jenis-jenis bahaya ini, Jusri membuat singkatan dalam bahasa Inggris yakni "REAL MAN SLEEP IN UNDERWEAR". "Ada lima kategori distraction yang sangat dikenal di dalam defensive driving atau yang menjadi penyebab, pemicu, trigger kecelakaan," ujar Jusri kepada Kompas.com, Minggu (7/6/2026). Berikut adalah jabaran dari rumus tersebut berdasarkan penjelasan singkat dari Jusri: 1. REAL (Route Problem) Gangguan yang disebabkan oleh rute perjalanan, terutama di daerah baru yang belum dikenal. "Sambil bergerak, membaca, mencari alamat, mencari rute itu adalah satu gangguan yang bisa mempengaruhi konsentrasi kita," kata Jusri. 2. MAN (Mental Problem) Ini merupakan gangguan emosional yang disebut sebagai hidden problem. "Sesuatu yang disebabkan oleh problem-problem mental. Misalnya problem keuangan, keluarga yang sedang sakit, atau problem pekerjaan," jelasnya. Masalah ini juga bisa dipicu oleh emosi akibat perilaku tidak aman dari pengendara lain di jalan. 3. SLEEP (Scenery Distraction) Distraksi yang disebabkan oleh gangguan visual di sekitar jalan. "Salah satunya ketika melihat cewek di pinggir jalan, melihat billboard bagus, mobil bagus, atau melihat kecelakaan di pinggir jalan," ungkap Jusri. Termasuk di dalamnya adalah gangguan visual akibat menonton tayangan video. Dampak Fatal Konsentrasi yang Terpecah 4. IN (In-Car Distraction) Segala jenis gangguan yang bersumber dari dalam kabin mobil, baik aktivitas pengemudi maupun kondisi penumpang. "Bisa saja pekerjaan multitasking. Dia sambil nyetir, pegang HP, atau memutar tip," tutur Jusri. Selain ponsel, gangguan bisa datang dari penumpang berbicara, ada anak kecil bermain, atau muatan yang tidak diikat dengan benar yang bergerak. 5. UNDERWEAR (Unfamiliar Tasking) Kondisi di mana pengemudi berada dalam situasi atau mengoperasikan kendaraan yang belum biasa ia gunakan. "Misalnya dia biasa bawa manual, tahu-tahu disuruh bawa matik yang tidak biasa, atau sebaliknya," papar Jusri. Menurut Jusri, mengemudi bukanlah aktivitas fisik biasa, melainkan pekerjaan dengan tingkat risiko yang sangat tinggi. Ketika konsentrasi pengemudi terpecah oleh distraksi, otomatis fokusnya akan langsung menurun drastis dan membahayakan keselamatan. "Ketika dia tidak konsentrasi, maka fokusnya terhadap tugas-tugas pengemudinya akan blur dan otomatis ini membahayakan," kata Jusri. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang