Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026, dan potensi gelombang lanjutan pada 28–29 Maret. Pemudik diimbau mengatur waktu perjalanan untuk menghindari kepadatan ekstrem di jalur utama. Arus balik menjadi momen yang perlu diantisipasi, terutama dari sisi kondisi pengemudi. Suasana Gerbang Tol Purwomartani, Kabupaten Seman dipadati kendaraan yang hendak keluar dari wilayah Yogyakarta. Senin (23/03/2026). Kelelahan setelah rangkaian aktivitas selama libur panjang bisa meningkatkan risiko di perjalanan. Training Director The Real Driving Center Marcell Kurniawan mengatakan, fatigue atau kelelahan menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai. “Risiko fatigue akan lebih tinggi, karena kelelahan hasil bersilaturahmi di hari Raya,” kata Marcell kepada Kompas.com, Senin (23/3/2026). Selain fisik, kondisi mental pengemudi juga bisa terpengaruh saat arus balik. Tekanan untuk kembali ke rutinitas kerja serta kondisi keuangan setelah libur panjang dapat menjadi beban tersendiri. “Kondisi mental juga biasanya kena, karena akan kembali ke pekerjaan dan uang sudah habis banyak,” ujar Marcell. Karena itu, persiapan arus balik tidak cukup hanya memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Pengemudi juga harus benar-benar siap secara fisik dan mental sebelum berkendara. “Jadi selain kendaraan harus sehat, kita harus pastikan pengemudi juga fit for drive,” kata Marcell. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang