Memasuki bulan Ramadhan, pengendara harus lebih sadar terhadap kondisi fisik saat berkendara. Adaptasi tubuh pada awal puasa berpengaruh terhadap konsentrasi dan respons di jalan. Ini hal-hal yang harus diperhatikan saat hendak menyalip Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, mengatakan, hari-hari pertama puasa menjadi masa penyesuaian. Perubahan pola makan dan waktu istirahat membuat tubuh membutuhkan waktu untuk kembali stabil saat beraktivitas. “Di awal puasa memang tubuh masih beradaptasi, jadi sebagai pengendara harus lebih sadar kondisi fisiknya,” ujar Agus kepada Kompas.com, Rabu (18/2/2026). Kesiapan Fisik Sebelum Berkendara Menurut Agus, kesiapan fisik harus dimulai sejak sebelum berkendara. Ia menyarankan pengendara memastikan waktu istirahat cukup serta memperhatikan asupan saat sahur. “Pastikan istirahat yang cukup kemudian saat sahur usahakan kebutuhan nutrisi cukup agar energi stabil,” kata Agus. Ia menjelaskan, kurang tidur dan asupan yang tidak seimbang dapat memicu rasa lemas, pusing, hingga mengantuk saat di perjalanan. Kondisi tersebut berisiko menurunkan fokus, memperlambat reaksi, dan meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan. Gaya Berkendara Selain itu, gaya berkendara juga perlu disesuaikan untuk meminimalkan risiko. Kecepatan sebaiknya dikurangi dan jarak aman diperpanjang karena fokus bisa sedikit menurun. Pengendara juga disarankan menghindari manuver mendadak serta tetap menjaga emosi, terutama saat lalu lintas padat menjelang waktu berbuka. “Kalau tubuh kita mulai terasa lemas atau mengantuk sebaiknya jangan dipaksakan, lebih baik menepi dan istirahat sebentar,” kata Agus. Manfaatkan Waktu Istirahat Tidak ada salahnya memanfaatkan waktu istirahat singkat di tempat yang aman untuk memulihkan kondisi. Agus menegaskan, ibadah puasa tetap harus dijalankan tanpa mengabaikan keselamatan. “Puasa harus tetap jalan, tapi keselamatan harus jadi prioritas utama saat kita berkendara dengan selalu cari aman,” kata dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang