— Musim hujan mulai melanda sejumlah daerah di Indonesia. Bagi pengendara sepeda motor, membawa jas hujan menjadi hal wajib untuk berjaga-jaga di perjalanan. Namun, jika hujan terlalu deras dan jarak tempuh masih jauh, pendiri Jakarta Defensive Driving Center (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengingatkan untuk tidak memaksakan diri terus melaju di bawah guyuran hujan. “Kalau hujannya lebat, pengendara motor sebaiknya menyingkir dulu, jangan dipaksakan jalan,” kata Jusri kepada Kompas.com, Rabu (12/11/2025). Jas hujan ponco. Menurutnya, saat hujan deras, baik pengendara motor maupun mobil sama-sama menghadapi tantangan berupa jarak pandang yang terbatas. Kondisi ini membuat tingkat kewaspadaan meningkat dan menuntut pengemudi untuk lebih fokus dalam mengontrol kendaraan. "Gunakan lampu kendaraan dengan warna kuning yang ideal, jangan LED putih karena justru bisa memperburuk visibilitas,” kata Jusri. Ia menambahkan, berkendara dalam kondisi hujan lebat juga membutuhkan energi lebih besar dibanding saat cuaca normal. Jas hujan ponco berbahaya bagi keselamatan berkendara Hal ini terjadi karena pengendara harus menjaga konsentrasi tinggi secara terus-menerus, yang tanpa disadari membuat tubuh lebih cepat lelah. “Stamina justru cepat loyo saat berkendara di bawah guyuran hujan. Mengapa demikan, karena berkonsentrasi lebih itu memakan energi banyak dari tubuh,” ujarnya. Karena itu, Jusri menyarankan agar pengendara menepi dan beristirahat sejenak bila tubuh mulai terasa lelah. Namun, ia mengingatkan agar memilih tempat berhenti yang aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun pengguna jalan lain. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.