Perjalanan tim Merapah Selatan Jawa 2026 memasuki etape ketiga untuk menguji kenyamanan MPV Honda Step WGN e:HEV. Honda Step WGN e:HEV menunjukkan karakternya yang cocok sebagai mobil keluarga untuk perjalanan jarak jauh, terutama saat mudik Lebaran. Pada perjalanan kali ini, dimulai dari Kebumen menuju Yogyakarta, untuk menyusuri salah satu jalan yang legendaris di Indonesia. Jalan yang dimaksud adalah Jalan Daendels. Jalan ini merupakan salah satu rute mudik Lebaran yang menyimpan fakta sejarah yang menarik. Disebutkan bahwa jalur ini dikenal sebagai jalur untuk mengirimkan upeti bagi kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa. Jalan Daendels di Kebumen yang dilintasi oleh tim Merapah Selatan Jawa 2026 Pada zaman kolonial, Jalur Pantai Selatan dibangun oleh Agustus Dirk Daendels, tepatnya pada 1838. Di jalur ini, tim Merapah lebih banyak menemui jalan lurus yang sangat panjang. Jalur Pantai Selatan diketahui sudah ada sejak abad ke-4. Pada masa itu, berbagai kerajaan di Pulau Jawa masih berdiri. Baris ketiga Honda Step WGN Perjalanan dimulai pukul 06.30 WIB dari Grand Kolopaking Hotel, Kebumen, Jawa Tengah, untuk selanjutnya menuju ke Konservasi Penyu Kali Ratu di Jogosimo, Kabupaten Kebumen. Rute yang dilewati banyak menemui jalan yang lurus. Pada rute ini, kenyamanan di kabin Step WGN sangat terasa. Kuris baris ketiga Honda Step WGN Mobil diisi enam orang dewasa dengan barang bawaan, ternyata masih cukup lapang. Selama perjalanan, saya duduk di kursi baris ketiga atau kursi paling belakang. Honda Step WGN e:HEV pada program Merapah Trans Jawa 2026 Dengan medan jalan yang dilalui tersebut, mobil sangat nyaman bila dibandingkan kursi baris belakang MPV lain di kelasnya. Desain kursi yang dirancang dengan ergonomis, bahkan bisa diatur rebah tegaknya. Sehingga menyesuaikan postur tubuh penumpang. Dengan tinggi 163cm, jok bisa menopang paha dengan sempurna. Agar menunjang kenyamanan penumpang, kursi baris ketiga juga dilengkapi dengan kisi-kisi AC, Port Charger Tipe C to C, ada juga cupholder. Selain itu di baris ketiga juga dilengkapi dengan jendela samping terasa luas, sehingga daya pandang penumpang ke luar lebih luas. Desain jendela seperti ini mampu meminimalisasi penumpang dari rasa mual. Untuk akses keluar masuk penumpang, terdapat gang di antara kursi baris kedua. Sebab kursi baris kedua bisa digeser ke kanan atau kiri. Bahkan kursi baris kedua bisa dilipat agar memudahkan penumpang keluar masuk. Kursi baris ketiga sebenarnya bisa untuk tiga orang penumpang, namun untuk perjalanan ini hanya dua orang yang duduk di belakang. Hanya saja kursi baris ketiga tidak seempuk kursi baris kedua. Tim Merapah sempat berhenti di pertengahan Jalan Daendels untuk mengambil dokumentasi berupa foto dan video. Selesai mengambil dokumentasi, tim Merapah melanjutkan perjalanan menjajal Tol Fungsional Prambanan-Purwomartani. Lalu dilanjut untuk buka puasa bersama di Pondok Pesantren Tunarungu-Tuli Jamhariyah di Yogyakarta. Sebagai informasi, program ini bisa bergulir berkat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Asosiasi Tol Indonesia, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Honda Prospect Motor, ASTRA Infra, PT Citra Marga Nusapala Persada Tbk, hingga Waskita Toll Road. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang