Jalan tol masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian jarak jauh, khususnya saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Akses yang lebih cepat dan relatif lancar membuat Tol Trans-Jawa kerap diandalkan. Namun, di balik kemudahannya, pengemudi perlu mewaspadai potensi kelelahan selama perjalanan. Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengingatkan bahwa rasa lelah tidak hanya muncul saat kendaraan sudah lama melaju di jalan tol. Ilustrasi mengemudi di jalan tol. Menurut dia, kelelahan justru bisa dirasakan sejak awal perjalanan. Berbagai faktor, seperti kemacetan, kondisi jalan yang kurang ideal, hingga situasi lingkungan di sekitar perjalanan, dapat memicu kelelahan lebih cepat. Karena itu, pengemudi disarankan untuk rutin beristirahat, terutama setelah berkendara lebih dari tiga jam. “Jalan Tol Trans-Jawa rawan kelelahan pengemudi, terutama di tiga titik lelah, yaitu Batang-Semarang, Solo-Ngawi (KM 543), dan Ngawi-Surabaya,” kata Jusri kepada Kompas.com belum lama ini. LAKA MAUT - Kondisi mobil Daihatsu Gran Max yang ditabrak bus Agra Mas dalam musibah kecelakaan maut beruntun di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 72, Purwakarta, pada Selasa (18/11/2025) dini hari. 5 Orang tewas akibat kecelakaan ini. Ia menekankan bahwa kelelahan yang tidak ditangani dengan baik dapat berujung pada microsleep. Kondisi ini berbahaya karena dapat menurunkan konsentrasi dan memperlambat reaksi pengemudi saat menghadapi situasi mendadak di jalan. Jusri juga menyarankan agar pengemudi tidak menunda waktu istirahat apabila mulai merasakan tanda-tanda kelelahan akut. Bahkan, istirahat dianjurkan dilakukan lebih cepat, sekitar 30 menit hingga satu jam setelah mulai mengemudi. “Microsleep adalah bentuk kelelahan ringan yang sering kali tidak disadari. Mengemudi di jalan tol yang monoton bisa menurunkan konsentrasi, sehingga pengemudi lebih lambat merespons situasi mendadak di jalan,” kata Jusri. Di sisi lain, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengingatkan bahwa sejumlah ruas Tol Trans-Jawa dipastikan padat selama periode libur Nataru. Volume lalu lintas yang tinggi membuat pengaturan kecepatan serta menjaga jarak aman menjadi faktor penting demi keselamatan. Adapun beberapa titik yang perlu mendapat perhatian pengemudi antara lain Tol Cipali di KM 78 dan KM 131, Tol Solo–Ngawi di KM 552 dan KM 569, serta Tol Ngawi–Kertosono di KM 639. Terkait hal tersebut, BPJT terus berkoordinasi dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) guna memastikan manajemen keselamatan, pemeliharaan infrastruktur, hingga layanan operasional tetap berjalan optimal selama masa libur panjang. “Pengguna jalan juga diimbau menjaga kondisi kendaraan, mengikuti rambu dan batas kecepatan, serta selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang