Mudik Lebaran menjadi momen yang dinanti banyak orang. Namun, perjalanan jarak jauh juga menyimpan risiko, termasuk potensi kecelakaan di jalan. Agar perlindungan tetap optimal, pemilik kendaraan perlu memahami hal-hal penting supaya klaim asuransi bisa tetap berlaku jika terjadi insiden. Head of Communication and Customer Service Management Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto, mengatakan, salah satu hal paling mendasar adalah mematuhi aturan lalu lintas. JAKARTA,25/02-KLAIM ASURANSI. Seorang nasabah mendapatkan pelayanan dari costumer service di kantor asuransi mobil Garda Oto, Jakarta, Selasa (25/02). Banjir besar yang melanda Jakarta pekan kemarin membuat sebagian besar mobil-mobil rusak dan mogok. Hal itu menyebabkan sebagian besar pemilik mobil melakukan klaim asuransi untuk memperbaiki mobilnya tersebut. Marketing Communication & Public Relations Head Asuransi Astra Buana (Garda Oto) Laurentius Iwan Pranoto mengatakan saat ini perusahaan telah menerima klaim sebanyak 180 unit mobil dengan kerusakan yang paling banyak adalah mesin terendam. KONTAN/Fransiskus Simbolon/25/02/2015/p “Pertama ialah ikuti rambu-lalu-lintas. Jadi, pastikan patuhi peraturan lalu lintas tadi, seperti rambu dan kondisi lalu lintas,” kata Iwan menjawab Kompas.com, di Jakarta, akhir pekan lalu. Ia menjelaskan, pelanggaran terhadap rambu lalu lintas bisa berdampak pada proses klaim. Pasalnya, jika kecelakaan terjadi akibat kelalaian atau kesalahan pengemudi, perusahaan asuransi berpotensi menolak klaim yang diajukan. Dengan kata lain, kepatuhan terhadap aturan bukan hanya untuk keselamatan, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting agar perlindungan asuransi tetap berlaku. Selain itu, pemilik kendaraan juga disarankan untuk selalu memberikan informasi terbaru terkait kondisi mobil kepada pihak asuransi. Hal ini mencakup perubahan atau penambahan aksesori pada kendaraan. Layanan Garda Siaga dari Asuransi Astra “Perubahan pemakaian aksesoris juga mesti diinformasikan. Ditambahin roof rack, bahkan lampu itu sebetulnya sebaiknya diinformasikan kepada pihak asuransi,” kata Iwan di tempat terpisah. Ia menambahkan, informasi tersebut penting agar perusahaan asuransi mengetahui kondisi terkini kendaraan yang diasuransikan. “Sebab kami ingin memastikan modifikasinya benar dan tepat. Jangan sampai amit-amit kecelakaan dan terbakar gara-gara lampu diganti dan penggantian tidak pas, karena itu kabel banyak kejadian kebakaran karena korslet,” kata Iwan. Kondisi arus lalu lintas di Jalur Puncak, Cianjur, Jawa Barat, pada musim mudik dan balik lebaran 2025. Kawasan Pasar Cipanas merupakan salah satu trouble spot jalur mudik dan balik Lebaran.. Tak hanya itu, perubahan kecil seperti penggantian pelek juga sebaiknya dilaporkan. “Bahkan misalnya ganti pelek pun bisa diinformasikan. Agar apa, agar kami tahu bahwa kondisi yang akan di-cover adalah kondisi paling baru,” ujar Iwan. Dengan begitu, saat terjadi kecelakaan, perusahaan asuransi sudah memiliki data yang akurat mengenai kondisi kendaraan, sehingga proses klaim bisa berjalan lebih lancar. Sebagai kesimpulan, disiplin berkendara dan transparansi terhadap kondisi kendaraan menjadi kunci utama agar klaim asuransi tidak bermasalah saat mudik Lebaran. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang