Banyak orang berpikir mobil yang berat pasti aman dari banjir, padahal faktanya justru bisa hanyut, termasuk ketika hendak menerobos banjir dengan aliran arus cukup deras. Pengendara sebaiknya menghindari menerobos aliran banjir, terlebih lagi mobil yang digunakan memiliki ground clearance rendah. Eko Setiawan, pemilik bengkel Spesialis Nissan - Datsun, Everest Motor Bintaro, Tangerang Selatan mengatakan ground clearance rendah tak hanya bisa membuat air lebih mudah masuk ke dalam kabin, tapi juga bikin mudah hanyut. “Spesifikasi tersebut membuat mobil lebih mudah hanyut ketika kena arus banjir, air bisa mengangkat atau menggeser mobil dengan mudah karena punya gaya ke atas yang bisa mengangkat benda berat sekalipun,” ucap Eko kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Ketika air sudah setinggi lantai dasar mobil atau lebih, maka sebagian besar berat mobil sudah “ditopang” air. Akibatnya, ban kehilangan traksi ke jalan, mulai melayang dan mudah terseret. “Arus air banjir tidak hanya mengangkat, tapi juga mendorong ke samping, air mengalir punya energi kinetik besar, pada dasarnya semua benda yang ada di dalam air bisa menjadi lebih ringan,” ucap Eko. Kondisi benteng ambruk dan mobil hanyut di Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/12/2025) Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan pengendara perlu memperhatikan ground clearance mobil sebelum melewati banjir dengan aliran arus. “Mobil-mobil offroad tampak bisa melewati sungai, hal ini bisa terjadi karena memiliki ground clearance tinggi, bobot yang lebih berat dan modifikasi yang disesuaikan untuk menerobos sungai, untuk mobil harian kan tidak,” ucap Sony kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Arus banjir menjadi sangat berbahaya, jika sampai membuat mobil terendam lebih dari setengah tinggi pintunya, mobil bisa terangkat. Mobil yang terbawa arus saat menerobos jalan banjir di Kabupaten Jember pada Minggu (19/1/2025) “Selama air tidak lebih dari setengah tinggi pintu, bobot kendaraan masih bisa terdistribusi ke roda, jika lebih bobot kendaraan akan ditopang oleh bodi, sehingga roda tidak lagi bisa menapak,” ucap Sony. Dalam hal ini, menurut Sony, penting agar pengendara bisa membedakan antara melibas sungai, dengan terseret arus. Artinya selama distribusi bobot kendaraan masih di roda, maka mobil tetap aman. “Untuk menggeser mobil, cukup arus air 1 meter per detik sudah bisa mendorong kendaraan 1 ton lebih, bahkan bisa lebih bila kondisi air mengalir deras,” ucap Sony. Saat terendam, ban mobil bakal kehilangan kontak dengan aspal. Jalan di bawah air cenderung licin, penuh lumpur, atau kerikil sehingga grip hilang total. Sehingga, sekuat apa pun mesin atau rem, tidak ada gaya penahan atau dorong yang efektif. Jadi, arus deras yang menabrak sisi mobil memberi tekanan tinggi pada pintu dan bodi. Ditambah adanya kombinasi gaya apung dan dorongan tadi maka mobil mudah hanyut. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang