Sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan seorang tersangka sales mobil yang menipu calon konsumennya. Video yang diunggah akun Instagram @luthfie.daily itu memperlihatkan modus penipuan yang sebenarnya sudah cukup lama dikenal. Pelaku meyakinkan calon konsumen agar mentransfer uang ke rekening pribadinya dengan alasan seluruh proses pembelian akan dipermudah. Untuk meyakinkan korban, pelaku menjelaskan seolah-olah seluruh proses pembelian sudah sesuai prosedur. "Data mandatori dikirim dulu. Langsung kita proses verifikasi telepon. Setelah ditelepon dari Jakarta, konsumen, berarti benar. Ini sudah dikonfirmasi sama pihak leasing," kata pelaku di video dikutip Rabu (15/7/2026). Pelaku juga menjanjikan mobil dapat dikirim hanya dalam waktu sekitar satu minggu, padahal pada kondisi normal proses pengiriman kendaraan tertentu bisa memakan waktu tergantung ketersediaan unit. Menariknya, dalam video tersebut pelaku juga memberikan imbauan agar konsumen tidak menjadi korban penipuan dengan modus serupa. "Kalau bisa datang langsung ke diler. Depan kasir pembayaran. Andai kata transfer, transfer di depan kasir sekalian biar bisa dicek uang itu sudah masuk ke rekening diler atau enggak," kata pelaku. "Bagi customer yang kredit dengan iming-iming DP minim, usahakan nunggu BI Checking keluar dulu," ujarnya. Ilustrasi asuransi kendaraan, asuransi mobil. "Misal sales minta harus dilunasi hari ini, mobil dikirim, enggak kayak gitu pak mekanismenya," kata pelaku di video. Rekening Diler Menanggapi kasus tersebut, salah satu wiraniaga Toyota mengingatkan bahwa pembayaran kendaraan seharusnya dilakukan langsung ke rekening resmi diler, bukan ke rekening pribadi sales. Menurut dia, meski kwitansi resmi dari diler terkadang baru diterbitkan pada hari berikutnya, konsumen tetap memiliki bukti pembayaran yang sah selama transfer dilakukan ke rekening perusahaan. "Kalau mau transfer uang, sebaiknya jangan ke rekening sales, tetapi langsung ke rekening diler," kata wiraniaga itu yang minta nama anonim, kepada Kompas.com, Rabu (15/7/2026). "Biasanya, kwitansi resmi dari dealer memang baru keluar H+1, tergantung kondisi. Kalau lagi ramai, biasanya baru bisa diterbitkan keesokan harinya," ujarnya. Ilustrasi transaksi beli mobil bekas Ia menjelaskan, sebelum kwitansi diterbitkan, konsumen umumnya sudah menerima Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebagai bukti pemesanan. "Sebelum kwitansi resmi keluar, biasanya sudah ada SPK untuk booking. Minimal, konsumen memegang bukti transfer atas nama diler. Sebenarnya itu sudah sah, meskipun kwitansi resmi belum diterbitkan," katanya. Menurut dia, bukti transfer ke rekening perusahaan sudah cukup menjadi dasar bahwa pembayaran telah dilakukan. "Misalnya kita transfer ke sebuah toko. Selama uang ditransfer ke rekening toko dan ada bukti transfer, itu sudah menjadi bukti pembayaran, meskipun tokonya belum memberikan kwitansi," ujarnya. Ilustrasi transfer uang. Proses Cepat Wiraniaga tersebut juga mengingatkan bahwa pembayaran ke rekening pribadi memiliki risiko karena berada di luar prosedur resmi diler. "Kasus seperti itu banyak. Makanya sebenarnya tidak diperbolehkan transfer ke rekening pribadi, karena dealer tidak akan bertanggung jawab. Di SPK juga ada aturannya, pembayaran harus ke rekening PT, bukan ke rekening pribadi," katanya. Ia mengakui, ada sebagian konsumen yang ingin proses transaksi berlangsung lebih cepat sehingga memilih mengikuti arahan sales untuk mentransfer uang ke rekening pribadi. Padahal, langkah tersebut justru meningkatkan risiko apabila terjadi masalah. "Ikuti saja prosedurnya. Kadang memang orang tidak mau karena prosesnya lebih lama. Saat konsumen ingin cepat, sales menyanggupi. Kalau sama-sama benar orangnya memang bisa membantu, tetapi tetap ada risikonya," ujarnya.