Salah satu risiko membeli mobil hybrid bekas adalah kondisi baterai (HEV) yang sudah mulai lemah. Selain menurunkan performa, biaya perbaikannya relatif mahal. Maka dari itu, saat hendak membeli unit HEV bekas, calon pembeli wajib menanyakan dokumen hasil pemeriksaan kesehatan baterai. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan estimasi harga baterai EV bisa setengah dari harga unit mobil. “Misal BEV, harga baterainya 10 tahun lalu 60 persen, kalau sekarang 50 persen dari harga unit, mungkin ke depan akan lebih murah, sementara di HEV bisa lebih murah karena kapasitas baterai cenderung lebih kecil,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Selasa (13/1/2026). Maka dari itu, saat membeli mobil hybrid bekas, calon pembeli wajib meminta dokumen hasil pemeriksaan kesehatan baterai. Dokumen tersebut dikeluarkan oleh pihak bengkel, yang merupakan hasil dari pemeriksaan baterai menggunakan alat khusus. Ilustrasi baterai mobil hybrid. “Seiring pemakaian, kesehatan baterai akan menurun dalam hitungan persen, semakin kecil angkanya, maka akan mengurangi kemampuan baterai menyimpan daya listrik,” ucap Jayan. Hal tersebut berpengaruh terhadap jarak tempuh mode EV-nya. Misal kesehatannya 50 persen, mobil yang semula mampu menempuh jarak 400 Km jadi hanya 200 Km. Sementara di HEV, pengaruh mode EV yang menurun tersebut akan membuat konsumsi BBM meningkat. “HEV seperti di Honda CR-V gitu, dampaknya akselerasi menjadi kurang responsif, konsumsi BBM rata-rata juga akan meningkat,” ucap Jayan. Dampak ketika baterai mobil listrik rusak atau kesehatannya menurun tidak akan langsung terasa di performa. Ini bisa terjadi lantaran perannya bisa tergantikan oleh mesin bakar. “Misal level kesehatan baterainya tinggal 50 persen, dampaknya konsumsi BBM akan meningkat, karena mesin bakar lebih sering hidup untuk menyuplai tenaga atau daya listrik ke baterai,” ucap Jayan. New Veloz Hybrid hadir di Solo Riski Permana, Marketing Planning & Customer Relation Dept Head Nasmoco Group mengatakan calon pembeli mobil hybrid bekas bisa menanyakan dokumen hasil pemeriksaan kesehatan baterai HEV. Seharusnya, setiap konsumen melakukan perawatan berkala di bengkel resmi akan mendapatkan laporan kesehatan baterai, berupa dokumen yang dicetak oleh alat ukur khusus. “Setiap perawatan akan ketahuan tuh kesehatan baterai masih berapa persen, dan ada pernyataan apakah kondisinya masih layak pakai atau perlu diganti,” ucap Riski kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Dengan dokumen tersebut, maka calon pembeli akan mengetahui kondisi baterai pada mobil hybrid bekas yang akan dibeli. “Dokumen tersebut bisa menjadi penguat agar harga jual kembali unit tetap baik, dan memberikan rasa aman kepada calon pembeli,” ucap Riski. Selain itu, calon pembeli juga perlu memastikan apakah baterai masih ada garansi atau tidak. Pasalnya, tak semua mobil hybrid tetap mendapatkan garansi ketika dijual. “Kalau di Toyota, garansi baterai mengikat pada unit kendaraan hingga tangan kedua, seperti di Veloz Hybrid, sehingga, garansi tak akan hangus meski unit dijual,” ucap Riski. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang