VIVA Otomotif: Ilustrasi ban mobil Ban menjadi salah satu komponen paling penting pada mobil karena menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Meski demikian, masih banyak pemilik mobil yang kurang memperhatikan sejumlah hal penting saat membeli ban baru. Tidak sedikit pengendara yang hanya fokus pada harga atau tampilan ban tanpa memahami spesifikasi yang dibutuhkan kendaraan. Padahal, kesalahan dalam memilih ban bisa berdampak pada kenyamanan berkendara, konsumsi bahan bakar, hingga keselamatan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah memilih ban berdasarkan harga termurah. Memang, harga ban berkualitas cukup menguras kantong, apalagi jika harus mengganti empat sekaligus. Namun, memilih ban yang terlalu murah berisiko mendapatkan produk dengan kualitas di bawah standar.Ban berkualitas rendah umumnya memiliki daya cengkeram yang kurang baik dan usia pakai yang lebih pendek. Akibatnya, pemilik kendaraan justru harus mengeluarkan biaya lebih besar karena ban lebih cepat aus dan perlu diganti dalam waktu singkat.Kesalahan berikutnya adalah mengabaikan rekomendasi pabrikan kendaraan. Setiap mobil dirancang dengan ukuran ban, indeks beban, dan rating kecepatan tertentu yang telah disesuaikan dengan karakter kendaraan.Penggunaan ban dengan ukuran yang tidak sesuai dapat memengaruhi akurasi speedometer, membuat konsumsi bahan bakar meningkat, serta mengurangi kemampuan pengereman. Pada kondisi tertentu, penggunaan ban yang terlalu besar juga dapat meningkatkan risiko aquaplaning saat melintas di jalan basah.Selain ukuran, banyak pemilik mobil yang tidak mempertimbangkan kebutuhan penggunaan kendaraan sehari-hari. Padahal, karakter ban dirancang berbeda untuk kebutuhan yang berbeda pula.Sebagai contoh, kendaraan yang sering digunakan di jalanan berbatu atau area perkebunan membutuhkan ban dengan konstruksi yang lebih kuat dibanding mobil yang mayoritas beroperasi di jalan perkotaan. Sementara itu, pengendara yang sering melakukan perjalanan jarak jauh di jalan tol memerlukan ban dengan stabilitas dan daya tahan tinggi pada kecepatan konstan.Kesalahan lain yang sering luput dari perhatian adalah tidak memeriksa usia produksi ban. Banyak orang mengira ban yang masih terlihat baru berarti aman digunakan, padahal umur ban juga menjadi faktor penting.Seiring waktu, material karet pada ban akan mengalami proses penuaan meskipun belum digunakan. Kondisi tersebut dapat membuat ban kehilangan elastisitas dan meningkatkan risiko munculnya retakan.Karena itu, sebelum membeli ban baru, pemilik kendaraan sebaiknya memeriksa kode produksi yang tertera pada dinding ban. Umumnya, empat digit terakhir menunjukkan minggu dan tahun pembuatan ban tersebut.Selain itu, aspek garansi juga kerap diabaikan saat membeli ban. Padahal, beberapa produsen menawarkan perlindungan terhadap cacat produksi maupun kerusakan tertentu yang dapat membantu mengurangi biaya penggantian jika terjadi masalah di kemudian hari. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Terakhir, banyak pemilik mobil yang langsung mengganti seluruh ban meskipun hanya satu atau dua ban yang sudah aus. Sebaliknya, ada pula yang menunda penggantian meski kondisi ban lainnya sudah tidak layak pakai.Idealnya, kondisi setiap ban diperiksa secara terpisah, termasuk ketebalan alur dan tingkat keausannya. Dengan begitu, keputusan penggantian ban bisa dilakukan secara tepat tanpa mengorbankan keselamatan maupun mengeluarkan biaya yang tidak perlu.