Ban mobil listrik berbeda dibandingkan ban mobil biasa. Salah satu faktornya adalah bobot kendaraan lebih berat, sehingga kalau pakai ban biasa, bisa lebih cepat habis atau botak. Dodiyanto, Brand Management PT Gajah Tunggal Tbk., menjelaskan, secara umum ada tiga hal yang membedakan ban mobil listrik dan mobil biasa. "Ban mobil listrik dirancang low rolling resistance lebih rendah. Noice-nya lebih rendah, dan load index-nya lebih besar dari ban biasa," kata Dodiyanto kepada Kompas.com, Selasa (11/11/2025). Daftar load index dan speed index pada ban Dodiyanto menjelaskan, secara bobot mobil listrik lebih berat dari mobil biasa, traksinya juga lebih cepat. Contoh BYD Seal, sedan listrik tersebut punya bobot 2 ton, sementara Toyota Camry beratnya sekitar 1,6 ton, selisih 400 Kg. Makanya, ban untuk mobil listrik membutuhkan load index lebih tinggi dibandingkan ban biasa. Semakin tinggi angka load index, maka beban yang bisa ditopang per ban lebih besar. Biasanya kode load index merupakan dua angka setelah ukuran pelek. Contoh ban Seal spesifikasinya 235/45 R19 99V, load index-nya adalah 99, punya kemampuan menahan beban 775 Kg per ban. Coba kalau dibandingkan dengan Camry, spesifikasi bannya 235/45 R18 dengan load index 94. Jadi beban yang bisa ditopang per bannya lebih kecil, sekitar 600 Kg. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.