Pengguna mobil listrik perlu memberi perhatian lebih saat berkendara di musim hujan, terutama terkait kesiapan kendaraan dan cara mengemudi. Karakter mobil listrik yang memiliki bobot lebih berat serta akselerasi instan membuat stabilitas kendaraan sangat dipengaruhi kondisi komponen pendukung, termasuk ban. Seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik, kesiapan berkendara menjadi faktor penting, terutama saat jalan berada dalam kondisi basah akibat curah hujan tinggi. Ban mobil botak bisa jadi salah satu penyebab aquaplaning. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih berpotensi terjadi hingga awal Maret meski secara umum mulai menurun. Kondisi ini dapat menyebabkan jalan licin, munculnya genangan air, hingga kerusakan jalan yang berisiko meningkatkan potensi kecelakaan. Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto mengatakan kondisi cuaca hujan menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian lebih. “Data Korlantas Polri yang kami peroleh pada tahun 2025 memperlihatkan bahwa kecelakaan dalam kondisi hujan sebanyak 3.715 kasus atau 2,4 persen dari total kejadian, sedangkan ketika berawan atau mendung sebanyak 2.878 kasus atau sekitar 1,86 persen,” kata Edo Rusyanto dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026). Aquaplaning merupakan risiko yang mengintai pengendara saat berkendara di musim hujan. Dia menegaskan, bahwa setidaknya ada sekitar rata-rata 10 kasus kecelakaan lalu lintas jalan per hari ketika cuaca sedang hujan. Karena itu, pengemudi mobil listrik disarankan memastikan kondisi ban tetap dalam keadaan baik agar mampu menjaga daya cengkeram di jalan basah dan membantu mengurangi risiko aquaplaning. Sekretaris Jenderal Jarak Aman Harso Kurniawan menekankan pentingnya kondisi ban serta penyesuaian cara berkendara saat musim hujan. Pilihan ban mobil listrik, Hankook iON “Untuk mengurangi risiko aquaplaning, intinya kondisi ban jangan sampai ‘botak’ biar ada jalur air. Kondisi ban yang baik juga turut meningkatkan kemampuan pengereman kendaraan. Selain itu penting untuk memperhatikan jarak aman dan laju kecepatan ketika berkendara saat musim hujan,” ujar Harso. Selain memastikan kondisi kendaraan, pengemudi juga perlu menyesuaikan gaya berkendara dengan kondisi jalan. Menjaga kecepatan tetap stabil, menghindari akselerasi mendadak, serta memberi jarak aman lebih panjang menjadi langkah penting karena jarak pengereman di jalan basah cenderung meningkat dibanding kondisi kering. Menjawab kebutuhan tersebut, Hankook Tire melalui PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI) mengimbau pengguna kendaraan listrik untuk memperhatikan pemilihan ban yang tepat. Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia, Bartek (Byunghak) Choi, mengatakan, produk-produk Hankook Tire selalu dikembangkan dengan mempertimbangkan dinamika kebutuhan pasar, termasuk meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia. "Kami berupaya memastikan setiap produk yang kami hadirkan sesuai dengan kebutuhan pasar lokal, mulai dari kondisi dan konstruksi jalan hingga kebiasaan berkendara masyarakat Indonesia. Melalui lini Hankook iON, kami menghadirkan beragam pilihan ban yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik guna mendukung kenyamanan, efisiensi, dan keselamatan berkendara,” kata Bartek. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang