Saat musim hujan tiba, pengendara motor matik sering berada pada situasi serba sulit ketika menjumpai genangan air atau banjir di ruas jalan. Tidak sedikit yang memilih tetap melaju dengan asumsi motor masih aman selama mesin tidak mati atau mogok di tengah genangan. Padahal, keputusan menerobos banjir menyimpan risiko pada Continuously Variable Transmission (CVT), sistem penggerak utama pada motor matik yang sangat sensitif terhadap air dan kotoran. Victor Assani, 2W Service Head and OBM Service Head at PT Suzuki Indomobil dan Ketua Bidang Road Safety dan Motorsport dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), mengatakan, pengendara motor matik perlu memahami letak dan fungsi CVT sebelum mengambil keputusan menerobos banjir. Motor terobos banjir “Crankcase CVT itu posisinya paling rendah dan sifatnya tertutup. Kalau sampai kemasukan air, dampaknya bisa langsung terasa ke performa motor,” ujarnya kepada Kompas.com, belum lama ini. Victor menjelaskan, CVT motor matik terdiri dari komponen yang tidak dirancang bekerja dalam kondisi basah, seperti V-belt, roller, dan kampas kopling yang membutuhkan lingkungan kering agar penyaluran tenaga mesin ke roda tetap optimal. Ketika air masuk ke dalam rumah CVT, risiko paling umum yang terjadi adalah V-belt selip, sehingga akselerasi terasa berat, tarikan melemah, dan dalam jangka panjang mempercepat keausan komponen CVT lainnya. Selain CVT, pengendara juga perlu mewaspadai filter udara. Air yang masuk melalui saluran ini berpotensi tersedot ke ruang bakar dan memicu water hammer. Victor mengimbau pengendara tidak memaksakan diri menerobos genangan banjir, sebab kedalaman air sering kali sulit diperkirakan hanya dari permukaannya. “Kalau ragu, lebih baik berhenti dan mencari jalur alternatif. Risiko kerusakan CVT dan mesin jauh lebih besar dibandingkan keuntungan memaksa motor melewati banjir,” kata Victor. Jadi, kehati-hatian menjadi kunci utama saat menghadapi genangan atau banjir dengan motor matik. Menghindari risiko menerobos banjir tidak hanya membantu menjaga kinerja CVT tetap optimal, tetapi juga mencegah potensi kerusakan mesin yang biayanya jauh lebih besar Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang