Mengganti pelek dengan ukuran lebih besar kerap dituding sebagai penyebab utama ban cepat aus. Banyak pemilik mobil mengira bahwa diameter pelek yang lebih besar dari standar otomatis memperpendek usia pakai ban. Rupanya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Diwan, pemilik bengkel modifikasi Eurovolution, menegaskan bahwa ukuran pelek bukan faktor dominan dalam menentukan cepat atau lambatnya keausan ban. Menurut dia, ada faktor lain yang jauh lebih berpengaruh terhadap kondisi tapak. “Pelek besar tidak berpengaruh langsung terhadap keausan ban. Yang bikin ban cepat habis itu biasanya tekanan udara yang tidak sesuai dan setelan kaki-kaki yang tidak presisi,” ujar Diwan kepada Kompas.com, Selasa (25/2/2026). Ia menjelaskan, tekanan udara yang terlalu rendah akan membuat sisi luar ban lebih cepat terkikis karena beban bertumpu tidak merata. Ilustrasi ban kempis. Sebaliknya, jika tekanan terlalu tinggi, maka bagian tengah tapak ban justru yang lebih dulu aus. Kondisi ini sering kali luput dari perhatian pemilik kendaraan. Selain tekanan udara, spooring dan balancing juga memegang peranan penting. Ketika sudut roda tidak sesuai spesifikasi pabrikan, permukaan ban bisa aus sebelah atau bergelombang. “Kalau spooring tidak beres, mau pakai pelek standar atau besar tetap saja ban bisa habis sebelah,” kata Diwan. Pentingnya melakukan spooring secara berkala Menurut dia, penggunaan pelek berdiameter besar memang membuat profil ban menjadi lebih tipis. Dampaknya, suspensi bisa bekerja sedikit lebih keras karena bantalan udara pada ban berkurang. Namun, hal tersebut tidak serta-merta membuat ban lebih cepat aus. “Suspensi memang bekerja lebih, tapi tidak signifikan sampai bikin ban cepat habis. Selama setelan dan tekanan udaranya benar, usia pakai ban tetap normal,” ucapnya. Karena itu, pemilik mobil disarankan rutin memeriksa tekanan udara minimal sepekan sekali serta melakukan spooring secara berkala, terutama setelah menghantam lubang atau jalan rusak. Hal ini penting agar pemilik kendaraan tidak salah kaprah menyalahkan diameter pelek sebagai penyebab utama ban cepat aus. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang