— Mantan pebalap MotoGP yang kini menjadi test rider KTM, Dani Pedrosa, menilai aturan baru MotoGP 2027 akan membuat pebalap kembali memegang peran besar dalam balapan. Menurut Pedrosa, perubahan regulasi ini berpeluang membuat jalannya balapan, terutama saat start, menjadi lebih sulit ditebak dibandingkan sekarang. Seperti diketahui musim 2026 menjadi musim terakhir penggunaan mesin 1.000 cc yang telah dipakai sejak 2012. Mulai 2027, MotoGP akan menggunakan mesin 850 cc. Selain itu, penggunaan perangkat aerodinamika akan dikurangi dan alat pengatur ketinggian motor (ride height device) akan dilarang. Dani Pedrosa saat berlaga pada MotoGP Spanyol 2024 Tak hanya soal mesin, MotoGP juga akan mengganti pemasok ban. Mulai 2027, Pirelli akan menggantikan Michelin sebagai pemasok ban resmi. Pedrosa, yang sudah mencoba motor dengan mesin 850 cc milik KTM serta ban baru Pirelli. Menilai aturan baru ini akan memberi pebalap kendali yang lebih besar atas motor. “Saya pikir ini penting, aturan baru akan mengembalikan lebih banyak kendali kepada pebalap dan membuat start balapan menjadi kurang bisa ditebak," kata Pedrosa dikutip dari Crash, Senin (5/1/2026). “Saat ini, semuanya cukup mudah diprediksi. Dengan aturan 2027, akan ada lebih banyak posisi yang bisa direbut. Ini akan membuka kembali pertarungan di lintasan,” ujarnya. Dani Pedrosa mengikuti ajang balap mobil Lamborghini Super Trofeo 2022 Meski begitu, Pedrosa belum bisa menjelaskan secara detail soal karakter ban Pirelli. Namun, ia menilai pergantian pemasok ban sebagai langkah besar. “Ini adalah sesuatu yang sangat besar,” katanya. Menurutnya, ban baru akan membawa banyak perubahan, mulai dari desain motor hingga cara pebalap mengendalikan gas dan rem. “Pergantian ban bisa sangat memengaruhi sasis, gaya membalap, pengereman, hingga pengaturan gas,” ujarnya. Dani Pedrosa mulai ikut kembangkan motor KTM. Pedrosa juga menambahkan bahwa meski catatan waktu putaran terlihat membaik, tim dan pebalap harus melakukan banyak penyesuaian. “Kita sudah melihat waktu putaran meningkat, tetapi tim harus memodifikasi sasis dan pebalap juga harus beradaptasi,” katanya. Sebagai informasi, Pedrosa pernah mengalami pergantian pemasok ban di MotoGP. Ia menjadi saksi saat Michelin menggantikan Bridgestone pada 2016. Pada musim tersebut, balapan berjalan lebih sulit ditebak dengan banyak pebalap dan pabrikan berbeda yang meraih kemenangan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang