Kenaikan harga bahan bakar diesel nonsubsidi seperti Pertamina Dex dan Dexlite membuat sebagian pemilik mobil diesel mulai mencari alternatif yang lebih terjangkau, salah satunya beralih ke Biosolar. Namun, penggunaan solar subsidi pada mobil diesel modern tidak bisa dilakukan sembarangan karena berpotensi memengaruhi performa mesin hingga komponen penting seperti injektor. Esa, pemilik bengkel Denso Esa Diesel Solo, mengatakan penggunaan Biosolar untuk mobil diesel modern sebenarnya diperbolehkan, asalkan mengikuti aturan tertentu agar performa mesin tetap optimal dan tidak cepat rusak. “Syarat pertama mobil harus sering digunakan, dalam artian tidak membuat Biosolar lama-lama mengendap di dalam tangki, pastikan solar habis dalam waktu maksimal seminggu untuk menghindari pengendapan kandungan air,” ucap Esa kepada Kompas.com, belum lama ini. Ilustrasi SPBU Pertamina. Dexlite. Harga Dexlite. Harga Dexlite hari ini. Harga Dexlite Maret 2026. Harga Dexlite terbaru. Harga BBM Dexlite. Menurut Esa, mobil yang jarang digunakan justru berisiko lebih cepat mengalami kerusakan jika diisi Biosolar. Hal ini disebabkan kandungan air dalam bahan bakar yang mudah naik ke sistem injektor.Selain itu, Esa juga mengimbau masyarakat yang terpaksa menggunakan Biosolar untuk lebih rutin melakukan perawatan, terutama pada bagian filter bahan bakar. Ia menyarankan penggantian filter dilakukan secara berkala, bahkan dengan interval yang lebih pendek dari biasanya. “Penggunaan solar kualitas rendah butuh perawatan yang lebih intens untuk memastikan kandungan air tidak masuk ke injektor, salah satunya dengan mengganti filter solar tiap 5.000 Km, bahkan bila filter cepat sekali kotor perlu turun tangki,” ucap Esa. Pakar otomotif dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, mengatakan bahwa kualitas bahan bakar solar sangat berpengaruh terhadap kinerja mesin diesel modern. “Mesin diesel modern menuntut bahan bakar solar yang kualitasnya bagus juga untuk mendapatkan performa yang optimal dan biaya maintenance yang rendah,” kata Jayan kepada Kompas.com, baru-baru ini. Lebih lanjut, Jayan menjelaskan bahwa penggunaan solar dengan kualitas rendah dapat berdampak langsung pada penurunan performa mesin. Menurutnya, penurunan ini bahkan bisa terasa cukup signifikan, tergantung dari kualitas bahan bakar yang digunakan. “Kalau di kasih solar kualitas rendah akan drop performance-nya mungkin sekitar 10 persen, tergantung kualitas solar yg dipakai,” katanya. Jayan mengatakan, penggunaan solar berkualitas rendah tidak hanya menurunkan performa, tetapi juga membuat perawatan kendaraan jadi lebih sering. Menurutnya, bahan bakar hasil campuran tertentu cenderung mempercepat kotoran pada komponen, terutama filter, serta berpotensi memicu endapan dan pengentalan bahan bakar. Jadi, meski Biosolar bisa menjadi solusi saat harga Pertamina Dex dan Dexlite meningkat, penggunaannya tetap harus disertai pemakaian yang tepat dan perawatan ekstra agar tidak berdampak pada performa maupun usia komponen mesin diesel modern. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang