Masih banyak pemilik kendaraan yang menganggap penggunaan air mineral untuk mengisi radiator dalam kondisi darurat tidak menjadi masalah, terutama jika hanya dilakukan sekali atau dua kali. Namun, anggapan ini kerap menimbulkan perdebatan, apakah benar aman untuk jangka pendek atau justru tetap berisiko bagi mesin. Menurut Fendy, Direktur PT Autokooling Jaya Nusantara (AJN), distributor resmi radiator Koyorad di Indonesia, penggunaan air mineral tetap tidak disarankan meski hanya sesekali. “Air mineral itu mengandung zat seperti kalsium dan magnesium. Sekali dua kali mungkin tidak langsung terasa, tapi residunya bisa mulai menempel di dalam sistem pendingin,” kata Fendy kepada Kompas.com, Selasa (24/3/2026). Ia menjelaskan, endapan mineral tersebut berpotensi menumpuk di bagian dalam radiator, terutama pada pipa kapiler yang berdiameter kecil. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menghambat aliran cairan dan menurunkan kemampuan pendinginan mesin. Ilustrasi flushing radiator mobil. Dalam kondisi darurat, penggunaan air memang masih bisa ditoleransi, tetapi dengan catatan tertentu. Air destilasi atau air murni tanpa kandungan mineral disebut sebagai pilihan yang lebih aman dibandingkan air mineral biasa. “Kalau memang darurat dan terpaksa pakai air, sebaiknya gunakan air destilasi. Setelah itu jangan ditunda, segera kuras dan ganti dengan coolant yang mengandung anti karat,” ujar Fendy. Menurutnya, coolant dirancang khusus untuk melindungi sistem pendingin dari korosi sekaligus menjaga performa pelepasan panas tetap optimal. Mengandalkan air, apalagi air mineral, hanya akan meningkatkan risiko kerusakan dalam jangka panjang. Karena itu, kebiasaan menganggap penggunaan air mineral sekali dua kali sebagai hal yang aman perlu diluruskan. Meski terlihat sepele, dampaknya bisa muncul perlahan dan berujung pada masalah serius di kemudian hari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang