Banyak pengguna sepeda motor matik terbiasa mematikan mesin hanya dengan menurunkan standar samping. Cara ini memang praktis karena mesin akan langsung mati berkat fitur engine cut-off yang dimiliki sebagian besar motor matik modern. Namun, muncul anggapan jika kebiasaan tersebut dapat mempercepat kerusakan komponen kelistrikan, terutama aki. Lantas, benarkah mematikan motor lewat standar samping bisa berdampak buruk bagi kendaraan? Standar samping sepeda motor lebih sering digunakan dibandingkan dengan standar tengah. Salah satunya karena lebih mudah dalam pengoperasiannya. Pengaruh Aki Supriyono, Kepala Bengkel Yamaha Panggung Motor Solo, mengatakan bahwa mematikan sepeda motor matik dengan standar samping tidak membuat motor cepat rusak. “Rusak sih sebenarnya tidak, cuma mungkin ada komponen kelistrikan yang akan rusak, terutama aki,” ucap Supriyono kepada Kompas.com, belum lama ini. Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP), cara operasional motor yang benar adalah mematikan mesin menggunakan kunci kontak terlebih dahulu (posisi OFF), kemudian baru menurunkan standar samping. Sementara itu, Andre, pemilik Workshop Dhinata Jaya Garage, Wonogiri, mengatakan bahwa menggunakan standar samping untuk mematikan mesin motor sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering. “Misal pas keadaan urgent terus dengan waktu yang tidak lama boleh-boleh saja sih,” kata Andre kepada Kompas.com. Menurut Andre, jika kebiasaan tersebut dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang, dampaknya bisa dirasakan pada usia pakai aki motor matik. “Kalau digunakan untuk waktu yang lama itu tidak dianjurkan sih, soalnya itu berdampak pada umur aki,” kata Andre. Meski mematikan motor matik menggunakan standar samping tidak langsung menyebabkan kerusakan, kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dijadikan cara utama. Mematikan mesin melalui kunci kontak sesuai SOP lebih dianjurkan agar sistem kelistrikan, terutama aki, tetap terjaga dan usia pakainya lebih optimal.