Standar tengah atau center stand menjadi salah satu piranti penting pada sepeda motor matik. Selain membantu motor berdiri lebih stabil saat parkir, standar tengah juga memudahkan sejumlah aktivitas perawatan kendaraan. Namun, penggunaannya ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan. Cara mengangkat motor ke standar tengah yang kurang tepat, termasuk memberikan beban berlebihan pada tuas pijakan, berpotensi membuat komponen tersebut berubah posisi. Technical & Service Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Ferry Nurul Fajar, membagikan sejumlah tips agar standar tengah dapat digunakan dengan benar dan tetap terjaga kondisinya. Tuas standar tengah motor matik keluaran baru cenderung lebih panjang dan menonjol. Ternyata ada alasan teknis di balik desain tersebut. Cara Mudah Gunakan Standar Tengah Ferry mengatakan, pengendara sebenarnya tidak perlu memberikan tekanan berlebihan pada tuas standar tengah ketika hendak mengangkat motor. Menurut dia, teknik yang tepat adalah menahan motor menggunakan satu kaki, kemudian menarik bodi motor ke arah belakang. "Untuk tarik standar tengah, cukup tahan satu kaki, dan tarik body motor ke arah belakang," ujar Ferry kepada Kompas.com (10/8/2026). Ilustrasi standar tengah motor matik Dengan teknik tersebut, pengendara dapat memanfaatkan gaya ungkit standar tengah sehingga motor lebih mudah dinaikkan tanpa harus memberikan beban berlebihan menggunakan berat badan. Cara ini juga dapat membantu mengurangi tekanan pada bagian tuas pijakan standar tengah. Selain cara menggunakan standar tengah, pengendara juga perlu memperhatikan posisi komponen tersebut ketika berkendara, terutama saat melewati jalan sempit atau kondisi lalu lintas padat. Pengendara motor melintas di Jalur Sepeda, di kawasan Sudirman, Jumat (23/1/2026). Hati-hati Saat Selap-selip di Jalan Sempit Ferry mengingatkan pengendara yang sering bermanuver di antara kendaraan saat kondisi macet untuk memperkirakan jarak sisi motor dengan objek di sekitar. Hal ini penting karena posisi standar tengah dapat cukup menonjol ke sisi motor sehingga berpotensi terbentur trotoar maupun kendaraan lain. hati jika sering selap-selip pada jalur sempit, contoh kemacetan. Perkirakan jarak standar tengah, karena bisa terbentur trotoar atau kendaraan lain," kata Ferry. Ilustrasi merawat standar tengah pada sepeda motor Benturan tersebut dapat memengaruhi posisi standar tengah. Ferry mengatakan, komponen tersebut bisa berubah posisi apabila mendapat benturan atau beban yang berlebihan. "Menabrak trotoar biasanya. Bisa (berubah posisi karena sering diinjak), tapi kalau bebannya berlebih," ujarnya.