Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan belakangan ini turut meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara. Asap akibat karhutla dapat mengganggu jarak pandang sekaligus menurunkan kualitas udara. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, termasuk pengendara sepeda motor. Paparan asap dan debu saat berkendara bukan hanya membuat mata terasa perih, tetapi juga dapat mengganggu pernapasan. Jarak pandang di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, terbatas akibat asap tebal yang muncul karena kebakaran sejak Selasa (30/6/20206). Jarak pandang yang terbatas juga meningkatkan risiko kecelakaan karena pengendara akan lebih sulit melihat kendaraan maupun obyek lain di depan. Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, pengendara sepeda motor sebaiknya menggunakan perlengkapan yang dapat memberikan perlindungan tambahan ketika harus melintas di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap. "Bukan sekadar masker biasa dan gunakan helm dengan visor tertutup untuk membantu melindungi mata dari debu dan asap," ujar Agus, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Kurangi Kecepatan Kondisi jalan yang dipenuhi asap membuat pengendara membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantisipasi situasi di depan. Helm Shoei RF-1400 merupakan salah satu helm full face yang ringan. Karena itu, kecepatan kendaraan perlu disesuaikan dengan kondisi jarak pandang. Pengendara juga perlu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Langkah tersebut penting untuk memberikan ruang pengereman apabila kendaraan di depan tiba-tiba mengurangi kecepatan atau berhenti. Penggunaan helm dengan visor tertutup dapat membantu mengurangi paparan debu dan asap terhadap mata. Kabut asap teba yang menyelimuti kota Palembang, Sumatera Selatan saat pelaksanaan Car Free Day (CFD), Minggu (23/8/2026). Sementara itu, masker yang memiliki kemampuan menyaring partikel dengan baik dapat digunakan untuk membantu melindungi saluran pernapasan. Namun, perlindungan tersebut bukan berarti pengendara dapat mengabaikan kondisi lingkungan. Jika asap semakin tebal dan jarak pandang memburuk, keputusan untuk menghentikan perjalanan menjadi pilihan yang lebih aman. Asap tebal sempat mengepung kawasan permukiman hingga membuat warga harus dievakuasi.