Arus lalu lintas diprediksi mengalami peningkatan saat berlangsungnya Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Hal ini mewajibkan pengendara sepeda motor untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, ketika jumlah pengendara meningkatkan, secara langsung, ruang jalan makin menyempit sehingga meningkatkan risiko, khususnya bagi pengendara motor. Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan peningkatan arus lalu lintas berdampak langsung pada berkurangnya ruang jalan untuk motor. “Sehingga, perlu untuk menjaga kecepatan kendaraan, agar pengendara mampu mengontrol motor dengan baik,” ucap Marcell kepada KOMPAS.com, Kamis (18/12/2025). Selain ruang sempit, menurut Marcell ada juga kemungkinan terjadi kemacetan yang panjang, yang mungkin berdampak pada pemotor. “Pemotor wajib waspada pada mobil yang tiba-tiba pindah jalur tanpa info atau ada yang membuka pintu di pinggir jalan,” ucap Marcell. Ilustrasi berkendara motor saat hujan. Pengendara motor juga harus waspadai dengan kondisi cuaca. Pastikan bawa jas hujan model setelan, bukan model ponco, agar lebih aman. “Bila hujan sangat deras, lebih baik berhenti, tunggu sampai hujan mereda, karena saat visibilitas rendah, risiko kecelakaan bisa naik hingga 30 persen,” ucap Marcell. Selain itu, pengendara perlu memperhatikan tempat berteduh. Pastikan tidak berteduh di bawah jembatan atau flyover. Kemacetan parah di persimpangan Slipi, Jakarta Barat, Rabu (24/9/2025) malam Victor Assani, Head of Safety Riding dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengatakan, pengendara sepeda motor yang berteduh di bawah jembatan atau flyover saat hujan, dapat memicu terjadinya kecelakaan. “Pengendara motor jangan berteduh di bawah jembatan atau flyover saat hujan, sebaiknya dari rumah sudah sedia jas hujan,” ucap Victor pada KOMPAS.com. Bila memang terpaksa berhenti, pengendara motor sebaiknya mencari tempat lain yang lebih aman seperti area parkir, SPBU, dan sejenisnya. Selanjutnya, pengendara motor perlu meningkatkan kewaspadaan ketika hendak berkendara, seperti masuk persimpangan atau baru keluar gang. Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan pengendara motor perlu meningkatkan kewaspadaan ketika masuk ke jalan raya, terlebih lagi kondisi lalu lintas lebih ramai daripada biasanya. “Pengendara motor kerap dijumpai menyelonong saja ketika hendak masuk ke jalan raya atau memasuki persimpangan, ini sangat berbahaya dan dapat memicu manuver mendadak dari pengendara lain, dan berujung kecelakaan,” ucap Sony kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang