Mengantisipasi kepadatan arus balik gelombang kedua Lebaran 2026 di lintasan Ketapang–Gilimanuk, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menggelar rapat koordinasi. Langkah ini dilakukan guna mencegah antrean panjang seperti pada masa arus mudik yang sempat dikeluhkan masyarakat. "Kita harus memprioritaskan layanan penyeberangan dari Ketapang menuju Gilimanuk pada arus balik ini. Untuk mekanisme Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), kita memiliki parameter V/C ratio maksimal 0,6. Maka keputusan harus diambil secara cepat dan tidak terlambat sesuai kondisi di lapangan," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, dalam keterangan resminya, Kamis (26/3/2026). Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pasca dibuka kembali, Jumat (20/3/2026). Aan menjelaskan, hasil evaluasi arus mudik menunjukkan perlunya optimalisasi buffer zone dan delaying system untuk mengurai antrean kendaraan menuju pelabuhan. Karena itu, kesiapan buffer zone menjadi kunci dan harus dimanfaatkan secara optimal pada masa arus balik Lebaran kali ini. "Pengaturan kendaraan barang sumbu dua yang tidak masuk pembatasan juga perlu diperhatikan agar tetap kondusif," katanya. Adapun buffer zone kendaraan roda empat dan bus dialokasikan di kawasan Grand Watudodol dan Kantong Parkir Bulusan. Sementara untuk kendaraan barang berada di buffer zone Sri Tanjung serta Kantong Parkir PT Pusri dan Pelindo. Selain itu, strategi lain yang disiapkan adalah penambahan jumlah kapal. Pada kondisi normal beroperasi 28 unit, saat padat menjadi 30 unit, dan kondisi sangat padat meningkat hingga 32 unit. Pemudik di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur "Apabila diperlukan, jumlah kapal bisa ditambah menjadi 35 hingga 40 unit. Selain itu, akan ada dua kapal bantuan dengan kapasitas 60 hingga 80 kendaraan," ujar Aan. Berdasarkan data yang dihimpun PT ASDP Indonesia Ferry, pada H+1 hingga H+3 sebanyak 41.526 kendaraan telah menyeberang ke Bali, terdiri dari sepeda motor 24.093 unit, mobil 14.179 unit, bus 927 unit, dan truk 2.327 unit. "Dari jumlah tersebut, masih terdapat 114.255 kendaraan atau sekitar 73 persen yang belum menyeberang ke Bali. ASDP memprediksi puncak arus balik terjadi pada H+6 atau 28 Maret 2026," ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang