Sejumlah bengkel sepeda motor di Kota Malang, Jawa Timur, mengalami peningkatan layanan servis motor dengan keluhan brebet atau mesin tersendat. Para pegawai menyebutkan bahwa keluhan ini salah satunya muncul setelah pelanggan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina. Pegawai Bengkel Sepeda Motor Sam Dadi Jaya Motor, Ibenk (40), membenarkan adanya lonjakan jumlah motor yang mengalami masalah serupa. "Kemarin Rabu (29/10/2025) itu 5 motor, motor injeksi rata-rata. Biasanya enggak banyak seperti itu," ujar Ibenk saat ditemui Kompas.com, Kamis (30/10/2025). Pengguna pertamax memperlihatkan karat di dalam motornya. Ibenk menjelaskan bahwa keluhan utama pelanggan seragam, yakni motor terasa agak brebet. Namun, ia mengaku tidak bisa memastikan penyebabnya, termasuk apakah pengaruh jenis BBM yang digunakan konsumen. "Brebet alasannya apa enggak tahu, pokoknya keluhannya sama agak brebet. Masalah pertalite, pertamax, atau apa kita enggak tahu, pokoknya kita kerjain," jelasnya. Di bengkelnya, penanganan untuk keluhan ini cukup sederhana dan selama kemarin tidak sampai menguras tangki bensin. "Ganti busi saja langsung bisa, enggak sampai nguras bensin," tambah Ibenk. Prama Santoso mengecek motor injeksi yang mengalami brebet di Jalan Trunojoyo, Pamekasan, Kamis (30/10/2025) Fenomena serupa juga terjadi di Bengkel Estu Langgeng Motor. Mekanik bernama Indra mengatakan bahwa sepeda motor dengan keluhan brebet mulai banyak berdatangan sejak hari Senin (27/10/2025) lalu. "Mulai hari Senin, mulai berdatangan. Rata-rata yang mengeluhkan sepeda motor matic injeksi keluaran baru," kata Indra. Indra menuturkan bahwa pola keluhan konsumen hampir sama. "Konsumen mengeluhkan awalnya biasa saja saat sepeda motornya digunakan, terus enggak enak. Pas dicek, rata-rata (kondisi motor) bagus," ujarnya. Penanganan di bengkel tempatnya bekerja lebih beragam, mulai dari ganti filter udara hingga ganti busi. Namun, banyak kasus yang mengharuskannya melakukan pengurasan tangki bensin. Dalam sehari, ia bisa menangani empat motor brebet. "Tapi enggak tahu mekanik lainnya," katanya. Di SPBU Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan berani mengganti jika ada konsumen BBM jenis pertalite mengeluhkan motornya mbrebet usai melakukan pembelian di SPBU tersebut, Kamis (30/10/2025) Saat menguras tangki salah satu konsumen, Indra menemukan kejanggalan pada bahan bakar yang diduga jenis Pertalite. "Ada sempat kuras tangki bensin, bau bensinnya agak beda. Pertalite, tapi kayak beda, enggak tahu kenapa," ungkapnya. Temuannya juga, menurut Indra, adalah salah satu sepeda motor dengan kondisi saringan pompa bensin atau fuel pump pelanggan. "Saringannya hitam kayak ada lemnya menggumpal," tuturnya. Setelah tangki dikuras dan diganti dengan bensin baru, motor biasanya kembali normal. Menurut Indra, keluhan sepeda motor brebet ini masih terus berdatangan. "Sampai hari ini masih ada, katanya habis isi bensin terus brebet, bawa sini langsung dibetulkan," katanya. Indra menambahkan bahwa dampak dari dugaan bahan bakar yang tidak sesuai ini bahkan bisa merusak komponen lain yang lebih sensitif. "Injektornya juga ada yang kena," pungkasnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.