Memastikan kelancaran saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, khususnya pada arus penyeberangan di Pelabuhan Merak-Bakauheni, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan beberapa strategi. Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan menyampaikan, pihaknya sangat optimis dapat melaksanakan operasi Nataru dengan baik. "Kami sudah menyiapkan beberapa strategi yang akan dilaksanakan saat operasi nanti karena selama dua tahun terakhir Merak jadi salah satu titik krusial saat masa Nataru,” kata Aan, dalam keterangan resminya, Sabtu (22/11/2025). Berdasarkan pengalaman operasi Nataru sebelumnya, Ditjen Perhubungan Darat akan kembali menerapkan skema pembagian tiga pelabuhan penyeberangan di Pelabuhan Merak. Tujuannya guna mengurai kepadatan. Selain itu, Aan menjelaskan, juga telah siapkan satu pelabuhan pendukung sebagai contingency plan. Kondisi Pelabuhan Merak pada H-3 Lebaran 2025 yang diprediksi menjadi puncak arus mudik. Jumat (28/3/2025). PT ASDP memproyeksikan jumlah kendaraan yang menyeberang sebanyak 47.000 unit ke Pulau Sumatera. “Dari Merak ke Bakauheni, kita bagi di tiga pelabuhan, ada di BBJ Bojonegara, kemudian Pelabuhan Merak sendiri, dan Ciwandan. Satu dermaga untuk contingency plan apabila tiga pelabuhan tadi sudah tidak bisa menampung, kita siapkan Pelabuhan KBS (Krakatau Bandar Samudera),” ujarnya. Sementara di Bakauheni, volume kendaraan juga dibagi di tiga pelabuhan, yakni BBJ Muara Pilu untuk arus dari dan ke BBJ Bojonegara, lintasan utama Pelabuhan Bakauheni dengan Pelabuhan Merak, serta Pelabuhan PT Wijaya Karya Beton untuk arus dari dan ke Ciwandan. Untuk strategi lain yang akan diterapkan adalah delaying system menuju Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni. Pelaksanaan dilakukan via penerapan buffer zone (zona penyangga) di rest area jalan tol serta jalan arteri. “Delaying system ini berarti harus ada buffer zone untuk parkir kendaraan ketika terjadi situasi yang tidak bisa dilangsungkan penyeberangan. Ini semua sudah disiapkan baik di Merak maupun di Bakauheni,” ucap Aan. Adapun buffer zone di Merak yakni rest area KM 13, KM 43, KM 68, jalan arteri Cikuasa Atas yang bisa menampung total 1.050 kendaraan kecil dan 200 kendaraan roda dua. Sedangkan penerapan delaying system di Lampung tersebar di delapan titik buffer zone dengan total kapasitas parkir 1.190 kendaraan kecil. BERITA FOTO: Kondisi Pelabuhan Merak pada H-3 Lebaran 2025 yang diprediksi menjadi puncak arus mudik. Jumat (28/3/2025). PT ASDP memproyeksikan jumlah kendaraan yang menyeberang sebanyak 47.000 unit ke Pulau Sumatera. Aan meminta semua stakeholder untuk mewaspadai cuaca ekstrem. Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan terjadi pada Desember hingga Januari. “Dari BMKG memprediksi untuk cuaca di Desember jadi puncak musim hujan, disertai angin, ada juga potensi banjir rob. Kemudian ada beberapa prediksi terkait gelombang dan kecepatan angin yang perlu diwaspadai sehingga keselamatan penyeberangan bisa terjamin,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.