Korlantas Polri memproyeksikan sebanyak 2.915.318 kendaraan akan keluar Jabodetabek selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/26. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan bahwa peningkatan volume kendaraan pada masa libur Nataru diperkirakan mencapai 12,2 persen dibanding hari normal. “Proyeksinya bahwa 2.905.318 kendaraan akan keluar Jabodetabek. Kalau prediksi selama Nataru itu hanya ada peningkatan 12,2 persen," katanya saat rapat bersama Komisi III DPR RI, Sabtu (29/11/2025). Proyeksi arus lalu lintas saat Nataru 2025/26 Ia menjelaskan, kondisi tersebut masih memungkinkan untuk dikelola, baik di jalan tol maupun jalur arteri. Agus menambahkan bahwa sejumlah lokasi diperkirakan membutuhkan pengaturan khusus. Sebagai contoh, kawasan Gadog yang berpotensi diberlakukan one way, serta beberapa titik di Jawa Timur seperti Main Kreng, Batu, dan jalur wisata di Canggu, Bali. “Para Direktur Lalu Lintas sudah sangat menguasai kapan bangkitan arus itu muncul dan kapan cara bertindak harus dilakukan,” ujarnya. Berdasarkan data Polri, arus keluar Jabodetabek terbagi ke tiga arah utama. Arah barat melalui Gerbang Tol Cikupa diprediksi mencapai 880.678 kendaraan atau sekitar 30 persen dari total pergerakan. Ilustrasi kemacetan di jalur puncak Arah selatan lewat GT Ciawi mencapai 671.231 kendaraan, sementara arah timur menjadi yang paling besar dengan total 1.363.409 kendaraan di KM 66 Cikampek. Dari jumlah tersebut, sebanyak 690.952 kendaraan mengalir ke jalur Trans Jawa, sedangkan 672.457 kendaraan bergerak menuju Bandung. "Traffic context ini sangat menentukan kondisi arus lalu lintas, termasuk beban di arteri. Jadi cara bertindak harus ada perhitungan dengan parameternya,” ujarnya. Sementara puncak arus keluar diperkirakan terjadi pada 20 Desember 2025, mencapai hampir 198.000 kendaraan, atau naik sekitar satu persen dari puncak Nataru tahun sebelumnya. Untuk arus balik, proyeksinya sedikit lebih rendah, yakni sekitar 2,8 juta kendaraan. Menurut Agus, hal ini terjadi karena sebagian masyarakat memilih kembali setelah masa Operasi Nataru selesai. “H+5 selesai Nataru sudah 100 persen kembali ke Jakarta, ini pengalaman tahun lalu,” katanya. Pada periode arus balik, peningkatan volume lalu lintas diperkirakan sekitar 12,3 persen, atau setara 353.000 kendaraan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang