Korlantas Polri melaporkan terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/26 secara signifikan selama Operasi Lilin, pada 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries Syahbudin menjelaskan, jumlah kecelakaan pada 14 hari tersebut tercatat sebanyak 3.183 kejadian, turun dari periode sebelumnya 3.430 kejadian. Seiring dengannya, korban meninggal dunia berkurang dari 553 jiwa jadi 403 jiwa. “Berkaitan dengan Anev, kecelakaan lalu lintas selama Operasi Lilin 2025 yang dilaksanakan selama 14 hari, jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sebanyak 7,2 persen dan angka meninggal dunia mengalami penurunan 27,12 persen,” katanya dalam RDP bersama Komisi V DPR RI, Selasa (20/1/2026). Gerbang Tol Cikampek Utama. Lebih jauh, Aries menegaskan bahwa kecelakaan masih didominasi jalan arteri. Sebanyak 98,4 persen kecelakaan terjadi di jalur tersebut, dengan 80 persen melibatkan kendaraan roda dua. “98,4 persen kecelakaan terjadi di arteri ini yang menjadi atensi kita, di mana 80 persennya adalah kendaran roda dua. Ini yang patut kita antisipasi pada saat nanti pelaksanaan operasi ketupat yang akan datang,” jelasnya. Di sisi lain, kecelakaan di jalan tol mengalami penurunan. Meski begitu, jumlah korban meninggal dunia justru meningkat akibat kecelakaan besar di Simpang Susun Krapyak, Semarang. “Untuk kejadian di jalan tol memang terjadi penuruan kecelakaan namun korban meninggal dunia meningkat kurang lebih sekitar 13 orang atau hampir 80 persen karena ada kejadian yang di Simpang Susun Krapyak di mana 16 orang MD (meninggal dunia),” tambah Aries. Mayoritas kecelakaan terjadi di jalan non tol, yakni 3.130 kejadian, turun dari 3.376 kejadian pada 2024. Korban luka berat tercatat 628 orang, sementara luka ringan mencapai 4.854 orang. Jenis kecelakaan yang paling dominan adalah tabrak depan, yang menunjukkan lemahnya aspek keselamatan di jalan arteri tanpa pembatas. Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. “Ini jenis kecelakaan yang terjadi adalah tabrak depan-depan. Ini tabrak depan-depan ini mengindikasikan terjadi di arteri yang tidak ada pembatas,” ungkap Aries. Berdasarkan pekerjaan korban, kelompok pelajar dan mahasiswa masih mendominasi. Sepeda motor juga menjadi kendaraan dengan peningkatan kecelakaan tertinggi selama Operasi Lilin 2025. “Dominasi masih pelajar dan mahasiwa, kemudian sepeda motor juga mengalami peningkatan paling tinggi selama pelaksanaan operasi lilin yang ini menjadi atensi, termasuk berkaitan dengan mudik gratis yang nanti kita harapkan saat operasi ketupat diperbanyak untuk roda dua," kata dia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang