Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menyatakan penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru 2025/2026) berjalan lancar dan terkendali hingga melewati masa puncak arus balik. Menurutnya, hasil evaluasi angkutan Nataru sejak dimulai pada 18 Desember 2025 hingga hari ini menunjukkan pelaksanaan yang berjalan baik dan lancar. “Terdapat peningkatan aspek keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya. Ini berkat kolaborasi seluruh pihak yang terlibat,” ujar Aan dalam keterangan resminya, Senin (5/1/2026). Aan menambahkan, hasil evaluasi penyelenggaraan angkutan Nataru tahun ini akan menjadi bahan perumusan kebijakan pada penyelenggaraan berikutnya. Gerbang Tol Cikampek Utama. Selain itu, penerapan pengaturan pembatasan angkutan barang, lalu lintas di jalan tol, serta penyeberangan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) resmi berakhir pada 4 Januari 2026 pukul 24.00 WIB. Selanjutnya, aktivitas transportasi kembali berjalan normal. Dalam kesempatan yang sama, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, terjadi penurunan angka kecelakaan dengan fatalitas korban meninggal dunia sebesar 27,12 persen. Jumlah kecelakaan juga tercatat turun 7 persen. “Jalan tol dan arteri terkendali, lokasi wisata serta rumah ibadah juga cukup terkendali. Tahun lalu terdapat tiga peristiwa menonjol, tahun ini turun menjadi satu peristiwa. Evaluasi penyelenggaraan Nataru tahun ini berjalan lancar,” kata Agus. Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Purwantono, menjelaskan bahwa berdasarkan data hingga siang kemarin, jumlah kendaraan yang kembali melalui jalan tol telah mencapai 2,85 juta kendaraan dari total proyeksi 2,9 juta kendaraan. Secara dominasi, arus kendaraan masih didominasi dari arah Timur sebesar 46 persen, disusul arah Barat 29,2 persen, dan arah Bogor 23 persen. Gerbang Tol Kalihurip Utama, Ilustrasi gerbang tol. Pengemudi Ini Kena Denda Rp 800.000 karena Pinjam Kartu E-toll Kendaraan Lain Arus lalu lintas dari arah Timur terbagi dari Tol Trans-Jawa sebesar 50 persen dan dari arah Bandung sebesar 49 persen. Rivan menambahkan, titik tertinggi mobilitas masyarakat terjadi pada 20 Desember 2025 sebanyak 189.000 kendaraan dan 24 Desember 2025 sebanyak 201.000 kendaraan. “Hingga kemarin, arus lalu lintas dari Tol Trans-Jawa menuju Jakarta sudah lancar dan cukup landai, termasuk di titik pertemuan KM 66. Karena itu, Jasa Marga menilai tidak perlu lagi diberlakukan skema contraflow,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang