Di tengah dorongan percepatan kendaraan listrik di Indonesia, berbagai tantangan masih menjadi hambatan dalam mengadopsi teknologi ini. Meski begitu, Albert Aulia Ilyas Direktur Utama Kalista Group mengatakan, bila melihat hari ini dan beberapa tahun belakangan, penetrasi kendaraan listrik di Indonesia dianggap lebih cepat dari China. "Penetrasi EV di Indonesia, berdasarkan data yang kami terima per April kemarin dari Gaikindo, penetrasinya itu sudah mencapai 16 persen. Nah ini kalau misalnya kita bandingkan dengan negara China ya, dimana kiblat EV di sana, membutuhkan sekitar 12 tahun untuk mencapai sekitar 10 persen. Nah di Indonesia ternyata bisa lebih cepat," katanya pada acara media group interview dengan Kalista, Rabu (20/5/2026). Albert mengatakan, capaian positif mengenai penetrasi kendaraan listrik di Indonesia tidak lepas dari beberapa dukungan dan juga regulasi. Serta dukungan beberapa perusahaan yang mendorong EV dengan teknologi yang sudah teruji. Bila melihat ke 4-5 tahun lalu, baterai kendaraan listrik harganya mahal. Namun sekarang baterainya juga sudah lebih murah dan teknologi juga lebih maju dengan adanya para investor. Aditya Brahmana Co-Founder & CEO Dash Electric, Albert Aulia Ilyas Direktur Utama KALISTA Group dan Michael Sung Direktur Evershine Group pada acara media group interview Selain itu, beberapa kebijakan dari pemerintah mengenai kendaraan listrik diukuti pula untuk layanan transportasi publik. Misalnya seperti di Jakarta dan Medan yang sudah menggunakan bus listrik. "Nah dengan situasi geopolitik yang tadi sudah disampaikan mengenai kelangkahan supply BBM dan juga harga BBM yang langsung jadi juga semakin tinggi, kendaraan listrik sudah bukan melihat dari angle green saja, tapi juga bagaimana keberlanjutan dalam hal operasional bisnis," katanya. Albert juga mengatakan, Kalista berperan bagaimana memberikan solusi secara end-to-end tidak hanya menyediakan business saja, tapi juga menyiapkan after sales maintenance. Ini diklaim bisa memudahkan para pelaku bisnis untuk bisa lebih cepat transisi dan mendapatkan benefitnya dengan menggunakan EV. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang