Kementerian Perhubungan mengambil sejumlah langkah untuk mengurai kemacetan parah yang sempat terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, selama arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 H/2026. Diketahui, kepadatan kendaraan di kawasan tersebut mencapai sekitar 31 kilometer. Kondisi ini terjadi dalam tiga hari pertama operasional Posko Angkutan Lebaran, seiring lonjakan volume kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurai kepadatan yang terjadi. "Terkait kepadatan di Gilimanuk, beberapa langkah sudah kita lakukan diantaranya kita memisahkan kendaraan besar ke buffer zone dan memprioristaskan kendaraan kecil dan bis," ucap Dudy, Selasa (17/3/2026) dalam keterangan video di Media Center NTMC Polri, Tol Jakarta Cikampek KM 29. Selain itu, Kementerian Perhubungan juga menambah kapal berkapasitas besar untuk meningkatkan volume kendaraan yang dapat diangkut dalam setiap perjalanan. Sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (17/3/2026). Jelang penutupan sementara Pelabuhan Gilimanuk saat Perayaan Nyepi umat Hindu di Bali pada Kamis 19 Maret pukul 05.00 WITA, kondisi Pelabuhan hingga saat ini masih padat. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc. “Kami juga menambah kapal yang besar untuk mempercepat penyebrangan dan memperbesar volume kendaraan yang bisa diangkut,” kata dia. Lebih lanjut, Dudy menambahkan bahwa pihaknya juga menerapkan pola operasional TBB (Tiba, Bongkar, Berangkat). Melalui skema ini, kapal hanya fokus mengangkut penumpang dan kendaraan, kemudian langsung melakukan bongkar muat sebelum kembali beroperasi ke Gilimanuk. Menurut dia, kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat waktu layanan di pelabuhan sekaligus mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi. “Kami juga melakukan pola TBB (Tiba, Bongkar, Berangkat) dimana kapal hanya akan membawa kendaraan maupun penumpang, kemudian melakukan pembokaran dan kembali lagi ke Gilimanuk," ucap Dudy. Kementerian Perhubungan berharap berbagai langkah tersebut dapat mengurai antrean panjang kendaraan dan memperlancar arus mudik di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. "Harapannya dengan beberapa kebijakan tersebut bisa mengurai kepadatan yang terjadi di Gilimanuk,” ujar Dudy. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang