Kondisi jalanan di Indonesia masih saja semrawut. Ada kosong sedikit, menyelak, lampu lalu lintas diterobos, lawan arah, sampai naik ke trotoar. Efek yang terjadi akibat perilaku tersebut adalah jalanan yang sulit diatur. Akhirnya berdampak pada kemacetan, padahal itu bisa dikurangi dengan mengubah mindset. Menurut Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), kondisi lalu lintas di Indonesia bisa diperbaiki selama adanya pola pikir atau mindset yang sesuai. Pengendara menerobos lampu merah di persimpangan Jalan R. S. Soekanto, Jakarta Timur, Selasa (11/2/2025) pagi. "Mindset akan membuat perubahan sikap atau attitude. Dari attitide jadi mengubah perilaku mereka," kata Jusri kepada Kompas.com, Selasa (18/11/2025). Jusri menjelaskan, masalah di Indonesia, kesadaran pola pikir dalam perjalanan itu sangat kurang. Mereka cuma sekadar pakai saja, tidak ada empati dan saling berbagi di jalan. "Mindset-nya sekarang saat mengemudi cuma sekadar jalan saja. Tidak ada itu merencanakan perjalanan, tertib berlalu lintas," kata Jusri. Makanya sering bertemu di jalan pengendara motor yang sulit mengantre, naik ke trotoar, sampai lawan arah. Pengemudi juga ada saja yang arogan, minta diutamakan di jalan sambil mengancam, kacau. Menurut Jusri, mindset di jalan harus ditanamkan sejak dini. Kalau bisa lewat jalur formal seperti di sekolah, supaya bisa mengubah perilaku di jalan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.