Setiap keluar rumah, hampir selalu ketemu dengan Daihatsu Gran Max di jalan. Entah dengan model pikap, blind van atau minibus yang wara-wiri dengan berbagai aktivitas. Luar biasa, ternyata sejak lahir di 2007 sampai 2025 kemarin, Daihatsu Gran Max sudah terjual lebih dari 900.000 unit di Indonesia. Sepanjang 2025, Gran Max pikap terjual lebih dari 43.000 unit dan menjadi market leader dengan pangsa pasar 58 persen di segmen pikap low. Sementara Gran Max Blind Van dan Gran Max Mini Bus, total penjualannya mencapai lebih dari 18.000 unit dan menguasai 92 persen pasar di segmen semi-komersial. Bukan sekadar angka, pencapaian Gran Max seiring dengan pertumbuhan pasar kendaraan niaga di Tanah Air yang pada tahun lalu berkontribusi sekitar 27 persen atau lebih dari 222.000 unit, dari total pasar otomotif nasional yang mencapai lebih dari 834.000 unit. Daihatsu sendiri konsisten mempertahankan posisi nomor dua di pasar otomotif nasional selama 17 tahun berturut-turut, dengan penjualan retail di tahun 2025 sekitar 137.000 unit atau 16,5 persen market share. "Capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan para pelaku usaha terhadap Gran Max sebagai Sahabat Bisnis yang dapat mendukung berbagai jenis aktivitas usaha karena memiliki varian lengkap di kelasnya," ucap Tri Mulyono, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation di Jakarta, (8/4/26) dikutip dari Kompas.com. Daihatsu menghadirkan Gran Max dalam dua pilihan mesin, yakni 1.300 cc dan 1.500 cc. Sementara untuk modelnya, tersedia beberapa tipe yang dipasarkan mulai Rp 167 juta hingga Rp 180 juta untuk pikap, Rp 180 juta hingga Rp 228 juta untuk blind van, dan Rp 212 juta hingga Rp 233 juta untuk mini bus. Tak hanya soal produk, pencapaian penjualan Gran Max juga didukung jaringan layanan purnajual yang luas. Daihatsu memastikan kemudahan akses bagi pelanggan di seluruh Indonesia. Saat ini, Daihatsu memiliki lebih dari 260 outlet resmi, lebih dari 170 bengkel, lebih dari 320 layanan Daihatsu Mobile Service (DMS), serta lebih dari 3.320 part shop yang siap mendukung kebutuhan pelanggan, baik dalam perawatan maupun ketersediaan suku cadang.