Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan permohonan maaf atas kemacetan parah yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, yang mencapai sekitar 31 kilometer. Ia mengatakan, kepadatan tersebut dipicu lonjakan arus kendaraan yang tinggi di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Meski begitu, dipastikan petugas terus berupaya mengurai antrean di lapangan. "Memang ada beberapa kejadian yang apa namanya kami mohon maaf, ada penumpukan oleh karena traffic yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk itu," kata Prasetyo dalam keterangan persnya, Jakarta, Selasa (17/3/2026). Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali saat mudik Lebaran 2026. "Tapi sepenuhnya kita melakukan terus monitoring dan petugas-petugas di lapangan bekerja keras untuk mencari solusi supaya bisa bisa mengurangi kemacetan-kemacetan dan antrean-antrean," ujarnya. Menurut dia, pemerintah berupaya memastikan arus mudik Lebaran dapat berjalan lancar, termasuk dengan melibatkan berbagai instansi terkait. Prasetyo juga mengapresiasi masyarakat yang memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) untuk mudik lebih awal. Ia menilai langkah ini dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas. Selain itu, ia berterima kasih kepada aparat dan instansi yang terlibat dalam pengamanan dan pengaturan arus mudik, mulai dari kepolisian hingga Kementerian Perhubungan serta BUMN terkait. Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kementerian/lembaga, termasuk TNI, untuk mengerahkan sarana transportasi guna mendukung kelancaran mudik. "Termasuk (menyiapkan) kapal-kapal laut kita untuk membantu kelancaran arus mudik," katanya. Foto udara sejumlah kendaraan mamadati ruas jalan menuju pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Minggu (15/3/2026). Meningkatnya volume kendaraan pada H-6 arus mudik Idul Fitri 2026 mengakibatkan antrean kendaraan menuju Pelabuhan di jalur Denpasar-Gilimanuk mencapai 30-40 Kilometer. Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran tercatat bahwa arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa pada H-6 mengalami peningkatan signifikan, di mana total penumpang tercatat 80.416 orang, naik 33,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 60.099 orang. Jumlah kendaraan roda dua tercatat 18.306 unit atau naik 52,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 11.987 unit, sedangkan kendaraan roda empat mencapai 5.044 unit atau naik 9,2 persen dari tahun lalu 4.620 unit. Adapun bus tercatat 945 unit, naik 39 persen dibandingkan tahun lalu 680 unit, tapi truk tercatat 1.590 unit, turun 13,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 1.835 unit. Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada H-6 mencapai 25.885 unit, atau naik 35,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 19.122 unit. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang