Arus mudik Lebaran 2026 memasuki puncaknya di H-2. Pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan luar biasa terjadi di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Tol Cipali, terutama untuk kendaraan yang bergerak ke arah timur. Sejak memasuki jaringan tol dari kawasan JORR dan JORR 2, antrean kendaraan sudah terlihat mengular sejak Kamis (19/3/2026) dini hari. Bahkan, akses menuju Tol Jakarta-Cikampek maupun Jalan Layang MBZ dipenuhi kendaraan yang merayap perlahan. Pantauan arus mudik H-2 Lebaran 2026 Kepadatan ini terus berlanjut di sepanjang ruas Tol Jakarta-Cikampek tanpa jeda berarti. Termasuk kemacetan jelang pintu masuk rest area. Kondisi lalu lintas baru mulai sedikit mencair saat memasuki wilayah Tol Cipali sekitar Km 95. Namun, kelancaran tersebut tidak berlangsung lama. Menjelang rest area Km 130, arus kendaraan kembali tersendat akibat tingginya volume kendaraan yang keluar masuk area istirahat. Pantauan arus mudik H-2 Lebaran 2026 Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, waktu tempuh dari JORR 2 di Cibitung hingga Tol Cipali Km 130 di Indramayu, bahkan tembus hingga 5 jam. Durasi ini sudah termasuk antrean panjang kendaraan yang hendak masuk ke rest area Km 130B. Padahal dalam kondisi normal, perjalanan dari JORR 2 hingga Indramayu paling sekitar 2 jam saja. Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paalo, mengatakan, sejauh ini jumlah kendaraan arus mudik yang melintas Tol Jakarta-Cikampek mengalami angka tertinggi pada 18-19 Maret 2026. Meski begitu, ia enggan merinci jumlahnya. Arus mudik di Tol Cipali hingga sore ini masih alami perlambatan, arus sedikit tersendat akibat banyaknya kendaraan pemudik berhenti di bahu jalan(FOTO : KOMPAS..com / Ahya Nurdin) “Sejauh ini proyeksi kami demikian. Kami masih pantau terus,” ujar Ria, kepada Kompas.com, Kamis (19/3/2026). Kondisi ini menjadi gambaran nyata tingginya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya. Pemudik diimbau untuk mengatur waktu perjalanan, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan rest area secara bijak agar tidak memperparah kepadatan di titik-titik krusial. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang