Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan di sejumlah ruas tol di Jawa Tengah. 6 Lebaran atau Minggu (15/3/2026), kepadatan kendaraan mulai terasa di kawasan Gerbang Tol Kalikangkung, meski kondisi lalu lintas secara umum masih terpantau ramai lancar. Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan yang melintas di ruas Jalan Tol Batang–Semarang dan arah sebaliknya masih bergerak dengan lancar. Namun, volume kendaraan yang terus bertambah membuat antrean kendaraan mulai terlihat di gerbang tol utama yang menjadi pintu masuk Semarang. Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, pengelola jalan tol telah mengaktifkan beberapa gardu tol tambahan agar proses transaksi kendaraan tetap berjalan lancar dan tidak menimbulkan kemacetan panjang. Situasi di lapangan juga terpantau cukup kondusif meski cuaca sesekali mendung dan disertai gerimis ringan. Di sisi lain, kendaraan angkutan barang masih terlihat cukup banyak melintas di jalan tol, meskipun pemerintah telah memberlakukan pembatasan operasional sejak Jumat (13/3/2026). Honda Step WGN e:HEV saat menyambangi Kantor Jasamarga Semarang-Solo di dekat GT Banyumanik Seperti diketahui, pemerintah resmi membatasi operasional angkutan barang selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 mulai 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Kebijakan tersebut berlaku di ruas tol maupun jalan arteri bagi truk dengan tiga sumbu atau lebih, kendaraan gandengan atau tempelan, serta truk pengangkut bahan galian dan material bangunan. Selain itu, pemerintah dan operator jalan tol juga memberikan insentif berupa diskon tarif tol sebesar 30 persen bagi pemudik. Ilustrasi GT Banyumanik saat mudik Lebaran 2026 Potongan tarif tersebut berlaku untuk perjalanan dari Jakarta hingga Semarang pada 15–16 Maret 2026. Diskon yang sama juga akan kembali diterapkan saat arus balik Lebaran pada 26–27 Maret 2026. Senior Manager Representative Office 2 Ruas Jalan Tol PT Jasamarga Transjawa Tol, M. Faried Sulitamtama, mengatakan peningkatan mobilitas kendaraan memang sudah mulai terlihat dalam dua hari terakhir di ruas tol wilayah Semarang. “Pada Jumat (13/03), total kendaraan yang melintas di Ruas Semarang ABC tercatat sebanyak 120.251 kendaraan, meningkat 9,89 persen dibandingkan lalu lintas normal yang mencapai 109.518 kendaraan,” ujar Faried dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026). Ilustrasi ruas Tol Semarang-Solo yang dikelola Jasa Marga Ia menambahkan bahwa pada hari berikutnya jumlah kendaraan yang melintas juga masih berada di atas rata-rata kondisi normal. “Sementara itu, pada Sabtu (14/03), volume kendaraan tercatat sebanyak 116.958 kendaraan atau meningkat 10,51 persen dibandingkan lalu lintas normal sebesar 105.831 kendaraan,” kata dia. Menurut Faried, peningkatan volume kendaraan tersebut menjadi indikator mulai meningkatnya mobilitas masyarakat yang melintas di wilayah Semarang, yang merupakan salah satu koridor utama arus kendaraan menuju wilayah timur di jalur Trans Jawa. Adapun data lalu lintas tersebut merupakan akumulasi kendaraan yang melintas di sejumlah gerbang tol di wilayah Semarang, yakni GT Krapyak 1, GT Krapyak 2, GT Manyaran, GT Tembalang, GT Gayamsari, GT Muktiharjo, GT Jatingaleh 1, GT Jatingaleh 2, GT Srondol, GT Banyumanik, serta GT Kalikangkung. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang