Puncak arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Timur ditandai dengan tingginya volume kendaraan yang melintas menuju Malang. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat, pada 22 Maret 2026 sebanyak 42.460 kendaraan melintas ke arah Malang melalui Gerbang Tol (GT) Kejapanan Utama. Angka ini menjadi volume lalu lintas tertinggi selama periode arus mudik. Apabila dibandingkan dengan kondisi normal, jumlah tersebut meningkat signifikan sebesar 60,88 persen dari 26.393 kendaraan. Tak hanya itu, realisasi lalu lintas tersebut juga melampaui proyeksi yang telah ditetapkan, yakni sebesar 41.166 kendaraan atau lebih tinggi 3,14 persen. Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengatakan tingginya volume lalu lintas tersebut mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat menuju wilayah Jawa Timur, khususnya Malang dan sekitarnya. Situasi arus balik kendaraan di Tol Cipali siang ini H+2 Lebaran ( FOTO : KOMPAS.com /Ahya Nurdin) “GT Kejapanan menjadi salah satu titik dengan pergerakan lalu lintas paling dominan. JTT bersama stakeholder terus memastikan pelayanan operasional berjalan optimal melalui pengoperasian gardu secara maksimal serta koordinasi intensif di lapangan guna menjaga kelancaran arus kendaraan,” ujar Ria, dalam keterangan resmi, Senin (23/3/2026). Seiring dengan kondisi tersebut, JTT mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk menghindari jam-jam puncak arus mudik. Selain itu, pengguna jalan juga diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan, serta memperhatikan kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik. Pengemudi juga diingatkan untuk menjaga kondisi fisik selama perjalanan serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. Sebagai informasi, pengguna jalan dapat memperoleh informasi lalu lintas terkini melalui One Call Center Jasa Marga di nomor 133 serta aplikasi Travoy yang tersedia di iOS dan Android. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang