Arus mudik menuju Bandung melalui ruas tol yang dikelola Jasa Marga masih terpantau relatif landai hingga H-5 Lebaran. Dari pantauan di lapangan, lalu lintas di Tol Cipularang masih ramai lancar di kedua arah. Belum ada kemacetan berarti yang biasa terjadi jelang rest area atau di sekitar gerbang tol. Berdasarkan data lalu lintas di Gerbang Tol Kalihurip Utama, peningkatan kendaraan belum menunjukkan lonjakan signifikan seperti yang biasanya terjadi mendekati puncak arus mudik. Rest Area Travoy KM 88A Jalan Tol Cipularang Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Agni Mayvinna, mengatakan bahwa pergerakan kendaraan yang menuju Kota Bandung hingga saat ini masih berada di bawah kondisi normal. “Jadi untuk volume lalu lintas yang masuk ke Kota Bandung, yang tertangkap di Gerbang Tol Kalihurip Utama, (dari H-10) sampai dengan 16 Maret pukul 06.00 pagi, itu di Gerbang Tol Kalihurip Utama tercatat sebesar 157.000 kendaraan,” ujar Agni, kepada Kompas.com (17/3/2026). Menurutnya, jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan kondisi lalu lintas normal, meskipun secara tahunan menunjukkan sedikit peningkatan. KM 107 Tol Cipularang yang bakal dibangun simpang susun untuk gerbang tol di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. “Jumlah tersebut masih turun terhadap kondisi normal sebesar 5,3 persen, namun jika dibandingkan dengan tahun 2025 terjadi peningkatan sebesar 2,3 persen,” ucap dia. Sementara itu, kendaraan yang keluar dari Kota Bandung melalui gerbang tol yang sama juga tercatat masih lebih rendah dibandingkan kondisi normal. “Kemudian untuk kendaraan yang keluar dari Kota Bandung, atau yang tertangkap di Gerbang Tol Kalihurip Utama, tercatat sebanyak 146.900 kendaraan. Angka tersebut turun 11,3 persen terhadap kondisi normal, dan juga minus 1,8 persen dibandingkan tahun 2025,” katanya. Gerbang Tol (GT) Kalihurip Utama 2 Agni menjelaskan bahwa kondisi lalu lintas yang masih landai ini kemungkinan dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat yang masih bekerja hingga awal pekan ini. “Jadi sebetulnya untuk volume lalu lintas sampai dengan saat ini masih terbilang cukup landai. Mungkin memang karena hari ini dan besok masih hari kerja ya, jadi orang-orang masih bekerja. Kemungkinan karena itu juga masih belum ada peningkatan lalu lintas yang cukup signifikan ke arah Bandung,” ujar dia. Namun demikian, pihaknya memprediksi lonjakan kendaraan akan mulai terjadi menjelang dimulainya masa cuti bersama. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat 131.679 kendaraan meninggalkan Jakarta dari arah timur melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama 1 dan GT Kalihurip Utama 1 selama dua hari Libur Tahun Baru 2021. “Kalau berdasarkan prediksi kami, sebetulnya mulai libur itu kan hari Rabu, mulai cuti bersama. Nah mungkin mulai padat atau ada lonjakan peningkatan lalu lintas itu mulai besok sore (Selasa, 18 Maret 2026) setelah buka puasa, kemudian akan terus meningkat sampai mendekati hari H Lebaran,” katanya. Selain arus mudik, peningkatan pergerakan kendaraan juga diperkirakan akan dipicu oleh aktivitas masyarakat saat Hari Raya. “Kemudian nanti juga akan ditambah dengan lalu lintas silaturahmi. Pada hari H biasanya masyarakat melakukan perjalanan untuk bersilaturahmi ataupun mengunjungi makam saudara. Setelah itu biasanya juga akan dilanjutkan dengan lalu lintas wisata,” ucap Agni. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang