Kemacetan panjang masih menjadi tantangan utama bagi pengendara, terutama saat momen libur panjang. Kondisi mobil yang terus menyala namun minim pergerakan membuat suhu mesin berpotensi meningkat. Jika tidak diantisipasi, situasi ini bisa memicu overheat yang berdampak pada penurunan performa hingga kerusakan komponen mesin. Menurut Fendy, Direktur PT Autokooling Jaya Nusantara (AJN), distributor resmi radiator Koyorad di Indonesia, kondisi macet membuat sistem pendingin bekerja lebih keras karena minimnya aliran udara alami yang biasanya membantu mendinginkan radiator. “Ketika mobil terjebak macet lama, pendinginan mesin tidak bisa mengandalkan angin dari pergerakan kendaraan, sehingga hanya bergantung pada kipas radiator. Kalau sistem ini tidak optimal, suhu mesin bisa cepat naik,” kata Fendy kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2026). Ia menjelaskan, radiator memiliki peran vital dalam menjaga suhu kerja mesin tetap stabil melalui sirkulasi cairan pendingin (coolant). Cairan ini menyerap panas dari mesin, lalu dialirkan ke radiator untuk didinginkan sebelum kembali bersirkulasi. Namun, jika ada komponen dalam sistem pendingin yang tidak bekerja optimal, seperti kipas radiator yang melemah, thermostat bermasalah, atau bahkan kondisi coolant yang sudah tidak layak, maka proses pelepasan panas menjadi tidak maksimal. Ilustrasi cairan pendingin mesin Dalam kondisi macet, kipas radiator menjadi satu-satunya komponen yang diandalkan untuk membantu proses pendinginan. Jika kipas tidak berfungsi dengan baik, panas akan terus terakumulasi dan berisiko menyebabkan overheat. “Kalau kipas tidak kuat atau mati, radiator tidak mendapatkan pendinginan yang cukup. Ini bisa memicu tekanan berlebih di dalam sistem, bahkan berisiko menyebabkan kebocoran,” ujar Fendy. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memastikan kondisi radiator dalam keadaan prima sebelum digunakan untuk perjalanan jauh. Pemeriksaan meliputi kebersihan kisi-kisi radiator, volume dan kualitas coolant, serta memastikan tidak ada kebocoran pada selang atau sambungan. Fendy menyarankan agar pemilik kendaraan tidak menyepelekan perawatan sistem pendingin, terutama menjelang perjalanan jauh. Sebab, overheat tidak hanya membuat perjalanan terganggu, tetapi juga bisa menyebabkan kerusakan serius pada mesin. “Lebih baik dicek dari awal, jangan tunggu overheat di jalan. Karena kalau sudah terjadi, dampaknya bisa merembet ke komponen lain dan biaya perbaikannya jauh lebih besar,” kata Fendy. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang