Jalan rusak dan berlubang masih menjadi ancaman bagi pengendara, terutama ketika lubang tidak terlihat jelas di permukaan. Banyak pengemudi baru menyadari setelah kendaraan menghantamnya, yang kemudian menimbulkan dampak pada performa dan kondisi mobil. Tidak sedikit kasus di mana satu benturan memicu kerusakan pada lebih dari satu komponen. Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, lubang jalan tidak hanya merusak satu bagian saja, melainkan bisa berdampak ke banyak komponen sekaligus. "Kalau kena lubang, yang pertama harus dikhawatirkan itu ban sama pelek. Tapi efeknya bisa merembet ke kaki-kaki, bahkan sistem lain di mobil," ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini. Ketika mobil menghantam lubang, terutama dalam kecepatan tinggi, beban benturan yang diterima roda sangat besar. Bila kondisi ban sudah tipis atau pelek tidak cukup kuat, risiko pecah atau penyok akan meningkat. Dalam kondisi terburuk, pelek yang pecah bisa membuat ban kehilangan bentuk dan memicu kendaraan sulit dikendalikan. Lebih lanjut, Lung Lung menyebut kerusakan tidak berhenti di situ. Komponen kaki-kaki seperti bushing, tie rod, hingga link stabil juga berpotensi mengalami keausan lebih cepat. Bushing yang berbahan karet akan lebih mudah rusak jika terus-menerus menerima benturan keras. Cek kaki-kaki dengan Kyoto Shaking Machine Selain itu, sudut roda atau wheel alignment juga bisa berubah setelah menghantam lubang. Hal ini biasanya ditandai dengan setir yang terasa tidak lurus atau mobil cenderung menarik ke satu sisi saat melaju. Kalau dibiarkan, kondisi ini dapat mempercepat keausan ban dan menurunkan kenyamanan berkendara. "Kerusakan ini sifatnya akumulatif. Jadi mungkin tidak langsung terasa, tapi kalau sering kena lubang, lama-lama komponen akan lebih cepat rusak," kata Lung Lung. Tak hanya komponen mekanis, beberapa sensor juga berpotensi terdampak. Sensor ABS yang berada di dekat roda, misalnya, bisa mengalami gangguan atau bahkan putus bila benturan cukup keras. Begitu pula dengan sensor tekanan ban (TPMS) yang bisa memberikan peringatan setelah mobil menghantam lubang dalam. Karena itu, pengemudi disarankan untuk selalu waspada saat melintasi jalan yang tidak rata. Mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman menjadi langkah penting agar masih ada ruang untuk menghindari lubang. Apabila mobil terlanjur menghantam lubang dan terasa ada yang tidak normal, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke bengkel. Pengecekan kaki-kaki serta spooring ulang dapat membantu memastikan kondisi kendaraan tetap aman digunakan. Dengan memahami risiko ini, pengemudi diharapkan tidak menganggap sepele lubang di jalan, karena dampaknya bisa jauh lebih besar dari yang terlihat di permukaan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang