Kecelakaan motor akibat hilang kendali saat melibas lubang di jalanan sedang sering terjadi. Sebut saja di Jalan Juanda Depok, lalu Gatot Subroto, Jakarta, sering terjadi pengendara yang jatuh sendiri atau kecelakaan tunggal. Biasanya kecelakaan tunggal tersebut terjadi karena pengendara motor kaget dan panik saat tahu motornya mau melibas lubang yang jalan. Apalagi di musim hujan seperti sekarang, jalan yang awalnya mulus kerap tiba-tiba ada lubang di tengah-tengah. Memperhatikan kejadian yang sering terjadi, menurut Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani, jalan berlubang memang jadi ancaman serius saat ini, karena sering tidak terlihat dari jauh atau bentuknya menipu. Jalan berlubang di Jalan Juanda, Depok, menyebabkan banyak pengendara motor terjatuh "Supaya tidak jadi korban berikutnya, pengendara motor harus lebih waspada dengan menyesuaikan kecepatan dan jaga jarak pandang. Jadi punya waktu untuk bereaksi dan bisa membaca kontur jalan," kata Agus kepada Kompas.com, Selasa (27/1/2026). Selain itu, pengendara sebaiknya punya pandangan mata yang lebih jauh. Supaya lubang bisa diantisipasi lebih awal. "Tidak kalah penting, hindari manuver mendadak seperti hard braking atau membanting setang saat sudah dekat lubang. Itu yang paling sering memicu motor jatuh," kata Agus. Manuver mendadak biasanya dilakukan karena pengendara panik. Supaya lebih tenang, lakukan konsentrasi penuh saat berkendara, supaya ketika ada kondisi darurat, bisa mengambil keputusan dengan tepat. "Kuncinya ada pada kesiapan dan sikap berkendara. Tetap rileks saat memegang setang motor, kurangi gas secara halus, dan arahkan motor dengan tenang. Pengendara yang siap dan tidak terburu-buru lebih mampu mengambil keputusan yang aman tanpa panik," kata Agus. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang