Pasar mobil bekas masih menjadi pilihan banyak konsumen karena harga yang lebih terjangkau. Namun di balik tampilan luar yang terlihat rapi, tak sedikit mobil bekas yang menyimpan riwayat kecelakaan berat dan masih beredar di pasaran, sehingga berpotensi membahayakan pemilik barunya jika tidak dikenali sejak awal. Menurut Gazeol Amin, pemilik jasa inspeksi Bantu Cek, salah satu tanda awal mobil bekas pernah mengalami kecelakaan berat bisa dilihat dari kondisi indikator keselamatan di dashboard. “Kalau lampu indikator airbag atau ABS terlihat tidak wajar, misalnya mati total, ditutup, atau justru menyala terus, itu patut dicurigai,” katanya kepada Kompas.com, Jumat (26/12/2025). Gazeol menjelaskan, pada beberapa kasus, indikator keselamatan sengaja dimanipulasi agar terlihat normal. Modusnya beragam, mulai dari menutup lampu indikator dengan cat, menambalnya dari balik panel, hingga menjamper jalur kelistrikan agar lampu bisa mati dan menyala seolah tanpa masalah. Ciri lain yang kerap ditemukan adalah komponen airbag yang sudah tidak utuh. Airbag yang pernah mengembang seharusnya diganti satu set dengan modul dan inflator-nya. Manipulasi indikator keselamatan pada mobil bekas masih marak, berisiko menipu pembeli dan membahayakan keselamatan saat berkendara. Namun pada mobil bekas kecelakaan, bagian tersebut sering dicopot tanpa penggantian, sehingga sistem keselamatan tidak lagi berfungsi meski indikator di dashboard tampak normal. Dari sisi kaki-kaki, bekas tabrakan berat juga bisa terdeteksi melalui sistem ABS. Sensor ABS berada di area roda dan sangat sensitif terhadap perubahan posisi as roda atau lower arm. Jika pernah mengalami benturan di bagian depan, maka ada kerusakan yang kerap membuat indikator ABS menyala dan sistem tidak bekerja optimal. Ilustrasi sistem ABS pada mobil. Tak hanya itu, fungsi rem parkir juga perlu diperhatikan. Indikator handbrake yang tetap menyala meski tuas sudah dilepas bisa menandakan adanya masalah pada sistem pengereman, yang sering muncul setelah perbaikan pasca kecelakaan dilakukan secara tidak menyeluruh. Gazeol mengingatkan, mobil bekas dengan riwayat kecelakaan berat sebenarnya masih bisa digunakan, asalkan diperbaiki sesuai standar dan seluruh sistem keselamatan berfungsi normal. Namun jika perbaikannya setengah-setengah dan ada manipulasi indikator, risikonya sangat besar bagi pengemudi dan penumpang. “Pembeli jangan terburu-buru. Mobil bekas yang kondisinya bagus itu banyak, tapi memang perlu waktu dan kesabaran untuk menemukannya. Kalau ragu, sebaiknya gunakan jasa inspeksi agar tidak salah pilih,” kata Gazeol. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang