JAKARTA, KOMPAS.com - Membeli mobil bekas eks-perusahaan atau instansi kerap menggoda karena harganya relatif lebih murah dan unitnya biasanya dirawat rutin. Namun, di balik itu ada risiko administratif yang kerap luput diperhatikan konsumen, terutama soal kelengkapan dan keaslian dokumen kendaraan yang bisa berdampak panjang di kemudian hari. Menurut Gazoel Amin, pemilik jasa inspeksi Bantu Cek, salah satu hal paling krusial saat membeli mobil bekas perusahaan adalah memastikan adanya surat pelepasan hak atau surat keterangan pelepasan kendaraan dari pemilik sebelumnya. Dokumen ini menjadi bukti bahwa kendaraan sudah resmi dilepas dan sah untuk diperjualbelikan. “Kalau beli mobil non-perorangan, seperti eks-perusahaan atau instansi, wajib minta surat pelepasan hak. Ini penting supaya saat balik nama atau ketika mobil dijual lagi tidak muncul masalah hukum,” ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (23/12/2025). Ilustrasi BPKB. Korlantas pastikan BPKB fisik masih berlaku, meski ada versi digital yang menawarkan keamanan lebih tinggi dan integrasi data. Selain surat pelepasan, Gazoel menekankan pentingnya memeriksa dokumen kendaraan secara detail, bukan sekadar memastikan BPKB dan STNK ada. Pemeriksaan harus dilakukan sampai ke hal-hal kecil yang sering dianggap sepele oleh pembeli awam. Ia menyarankan untuk memperhatikan keseragaman font tulisan, memastikan tidak ada bekas tip-ex, kerikan, atau perubahan mencurigakan pada dokumen. detail tersebut bisa menjadi indikasi awal adanya manipulasi atau dokumen tidak asli. Lebih lanjut, Gazoel mengingatkan agar pembeli memeriksa fitur keamanan pada BPKB, seperti hologram atau watermark Tribrata Polri yang harus muncul di setiap halaman. Selain itu, di bagian tengah halaman BPKB asli juga terdapat benang jahit yang menjadi ciri pengaman dokumen. “Kalau BPKB palsu, biasanya watermark atau hologram itu sudah tidak ada atau tidak konsisten di setiap halaman. Padahal, itu syarat wajib BPKB asli,” kata Gazoel. Dengan memastikan dokumen lengkap, asli, dan sah secara hukum, membeli mobil bekas perusahaan bisa menjadi pilihan yang aman dan menguntungkan. Tanpa ketelitian, harga murah justru berpotensi berubah menjadi masalah panjang di kemudian hari. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang