Musim hujan tak hanya membawa risiko jalan licin atau genangan air, tapi juga ancaman sambaran petir yang bisa membahayakan pengendara, terutama mereka yang menggunakan sepeda motor di area terbuka. Karena itu, penting bagi setiap pengendara untuk memahami tanda-tanda alam yang menunjukkan potensi munculnya petir agar dapat segera mengambil langkah antisipasi. Menurut Victor Assani, Ketua Bidang Road Safety & Motorsport, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), petir umumnya muncul bersamaan dengan kondisi cuaca ekstrem yang bisa dideteksi lebih awal oleh pengendara yang peka terhadap lingkungan sekitar. “Biasanya petir diawali oleh awan yang sangat gelap, cenderung pekat seperti tinta, disertai suara guntur yang terdengar terus-menerus dan hembusan angin kuat dari satu arah. Itu pertanda bahwa kondisi atmosfer sedang tidak stabil dan potensi sambaran petir cukup besar,” kata Victor kepada Kompas.com, Senin (27/10/2025). Victor menjelaskan, tanda-tanda seperti itu seharusnya menjadi sinyal bagi pengendara untuk segera mencari tempat berlindung yang aman, bukan sekadar berteduh di bawah pohon atau baliho besar. ilustrasi petir. Tempat yang ideal untuk menunggu cuaca reda adalah area tertutup dengan struktur logam yang terhubung ke tanah, seperti pom bensin, minimarket, atau pos jaga. “Jangan pernah berlindung di bawah pohon besar, tiang listrik, atau di tempat terbuka. Pepohonan itu justru menjadi sasaran empuk sambaran petir karena tinggi dan memiliki kadar air di batangnya,” ujarnya. Selain itu, Victor juga mengingatkan agar pengendara tidak menyentuh bagian logam motor seperti setang atau spion saat hujan disertai petir. Walaupun peluang tersambar langsung terbilang kecil, risiko aliran listrik statis tetap ada jika berada di area terbuka tanpa pelindung. Ia menambahkan, salah satu bentuk mitigasi sederhana adalah dengan memantau prakiraan cuaca sebelum berangkat, serta menunda perjalanan bila potensi badai petir cukup tinggi. Langkah ini merupakan bagian dari kesadaran mitigasi bencana yang seharusnya dimiliki setiap pengguna jalan. “Petir bisa menyambar siapa saja, di mana saja, tanpa pandang waktu. Jadi mengenali tanda-tandanya lebih awal itu kunci keselamatan. Kalau sudah melihat awan gelap pekat dan mendengar guntur, lebih baik berhenti dulu daripada mengambil risiko,” kata Victor. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.