Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU) mempercepat perbaikan jalan nasional di jalur Pantai Utara (Pantura) hingga ruas tol menjelang arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar saat mobilitas meningkat. Di wilayah Pantura bagian barat, penanganan difokuskan pada perbaikan lubang jalan di ruas nasional oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI–Jawa Barat. Percepatan dilakukan agar kondisi jalan siap menghadapi lonjakan volume kendaraan saat periode mudik. Penampakan jalanan berlubang di Jembatan Glonggongan, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (3/1/2023). Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, perbaikan lubang menjadi prioritas utama dan ditargetkan selesai sebelum puncak arus mudik. “Dilaporkan ada sekitar 7.000 lubang, sekarang sudah turun drastis ke angka 2.500. Kami pastikan sebelum arus mudik, H-10, sudah bebas lubang,” ujar Dody dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026). Untuk penanganan jangka pendek, perbaikan dilakukan dengan metode patching atau penambalan cepat guna menjaga kelancaran lalu lintas. Sementara itu, penanganan jangka menengah mencakup pelapisan ulang (overlay) serta peningkatan konstruksi menjadi rigid pavement atau beton pada sejumlah titik rawan agar daya tahan jalan lebih optimal. Perhatian khusus juga diberikan pada ruas Pemalang–Pekalongan yang menjadi bagian koridor strategis Pantura. Jalur ini dikenal memiliki volume kendaraan tinggi, terutama untuk angkutan logistik dan transportasi umum. “Ruas Pemalang–Pekalongan harus dipastikan dalam kondisi mantap dan aman dilalui masyarakat sebelum Lebaran. Percepatan ini merupakan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan infrastruktur yang andal, khususnya pada jalur dengan mobilitas tinggi seperti Pantura,” kata Dody. Pekerjaan preservasi di ruas tersebut meliputi perbaikan struktur perkerasan jalan pada sejumlah segmen prioritas. Hingga akhir Februari 2026, progres fisik tercatat mencapai 78,89 persen, melampaui target rencana sebesar 37,66 persen. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang